KediriNews.com – Komunitas drone kembali menarik perhatian publik dengan acara balapan yang akan digelar di Stadion Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 9 Desember 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi para penggemar drone, sekaligus ajang kompetisi yang memadukan teknologi dan keahlian pilot drone.
“Balapan drone ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ajang pembelajaran dan pameran inovasi teknologi,” ujar Dedy, salah satu anggota komunitas drone yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut. “Kami berharap bisa mengajak lebih banyak orang untuk tertarik pada dunia drone.”
Acara ini dijadwalkan berlangsung selama sehari penuh, dengan berbagai kategori lomba yang menantang, seperti balapan cepat, manuver akrobatik, dan pengambilan gambar dari ketinggian. Peserta akan menggunakan drone berbagai jenis, mulai dari model sederhana hingga yang dilengkapi kamera berkualitas tinggi.
Sejarah dan Perkembangan Komunitas Drone di Indonesia
Komunitas drone di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah semakin banyaknya penggunaan drone dalam berbagai bidang, seperti pertanian, survei, dan bahkan hiburan. Di daerah seperti Kediri, komunitas ini mulai tumbuh karena adanya minat masyarakat terhadap teknologi modern dan kesempatan untuk belajar serta berkompetisi.
“Awalnya hanya sekelompok kecil orang yang tertarik pada drone, tetapi sekarang sudah berkembang menjadi komunitas yang cukup besar,” kata Dedy. “Banyak anak muda yang ingin belajar tentang cara menerbangkan drone, bahkan sampai mengikuti pelatihan resmi.”
Persiapan dan Kesiapan Pelaksanaan Acara
Untuk memastikan acara berjalan lancar, panitia telah melakukan persiapan matang, termasuk pengujian alat dan pemeriksaan keamanan. Stadion Kecamatan Pare dipilih karena memiliki area yang cukup luas dan aman untuk menjalankan aktivitas balapan drone.
“Kami juga sudah mengajukan izin kepada pihak terkait, seperti dinas pemuda dan olahraga setempat,” tambah Dedy. “Semua prosedur keamanan dan regulasi telah kami patuhi agar acara berjalan dengan baik.”
Dukungan dari Pihak Terkait
Selain dukungan dari komunitas lokal, acara ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi teknologi. Beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur bahkan menyatakan kesiapan untuk memberikan pelatihan tambahan bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan mereka.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan,” ujar Dr. Ir. Harsawardana, dosen di INSTIPER yang juga aktif dalam kegiatan edukatif terkait drone.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski acara ini dianggap sebagai langkah positif, ada tantangan yang harus dihadapi, seperti regulasi penerbangan drone dan kesiapan infrastruktur. Namun, komunitas drone percaya bahwa dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, tantangan tersebut dapat diatasi.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi awal dari lebih banyak kegiatan serupa di daerah lain,” tutup Dedy. “Jika semua pihak bekerja sama, maka industri drone di Indonesia akan semakin berkembang.”
