KEMBANG GOYANG! Bentuk Bunga Wijen Gurih di Kecamatan Pesantren pada 5 Agustus 2025

KediriNews.com – Pada tanggal 5 Agustus 2025, masyarakat Kecamatan Pesantren kembali memeriahkan tradisi budaya dengan menghadirkan fenomena unik yang dikenal sebagai “Kembang Goyang”. Fenomena ini menampilkan bentuk bunga wijen gurih yang disajikan dalam bentuk seni dan ritual adat. Acara ini menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun warga setempat yang ingin merasakan keunikan budaya lokal.

“Kembang Goyang” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk-bentuk bunga yang dibuat dari bahan alami seperti biji wijen, yang kemudian disusun sedemikian rupa hingga terlihat seperti bunga bergerak atau ‘goyang’. Proses pembuatan bunga ini membutuhkan ketelitian dan kreativitas tinggi, karena setiap biji wijen harus ditempatkan secara simetris agar membentuk pola yang indah dan dinamis.

“”

Menurut salah satu pengrajin lokal, Siti Aminah, proses pembuatan bunga wijen ini dimulai dari pemilihan biji wijen berkualitas. “Biji wijen yang digunakan harus bersih, utuh, dan memiliki tekstur yang cocok untuk disusun. Kami juga memperhatikan warna dan ukuran biji agar bisa menciptakan efek visual yang menarik,” ujarnya.

Berikut beberapa tahapan dalam pembuatan bunga wijen:

  1. Pemilihan Biji: Biji wijen dipilih dengan cermat sesuai dengan ukuran dan warna yang diinginkan.
  2. Pembersihan dan Pengeringan: Biji wijen dicuci dan dikeringkan hingga tidak ada sisa air.
  3. Penyusunan: Biji wijen disusun secara manual menggunakan alat bantu seperti pin dan lem khusus.
  4. Pengaturan Pola: Setiap lapisan bunga dibuat dengan pola tertentu agar terlihat seimbang dan estetis.
  5. Pengujian: Setelah selesai, bunga wijen diuji untuk melihat apakah bentuknya stabil dan tahan lama.

Selain itu, acara ini juga diiringi oleh pertunjukan musik tradisional dan tarian yang menggambarkan makna dari bunga wijen dalam budaya Jawa. Menurut penuturan para tokoh adat, bunga wijen memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu tentang kesederhanaan dan ketahanan hidup.

“Kembang Goyang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan ketabahan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya,” kata Pak Teguh, tokoh adat setempat.

Acara ini juga menjadi momen penting untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas. Banyak pengunjung yang tertarik membeli bunga wijen sebagai oleh-oleh atau sebagai dekorasi rumah. Selain itu, beberapa pelaku usaha lokal juga memanfaatkan acara ini untuk mempromosikan produk-produk lain seperti minyak wijen dan kue tradisional.

Dalam rangkaian acara, juga diadakan seminar budaya yang membahas tentang sejarah dan perkembangan bunga wijen dalam tradisi Jawa. Seminar ini dihadiri oleh para ahli budaya, peneliti, dan masyarakat umum. Salah satu pembicara, Dr. Rina Mardiana, menyampaikan bahwa bunga wijen memiliki peran penting dalam ritual keagamaan dan upacara adat.

“Sejak dahulu, bunga wijen digunakan sebagai sesajen dalam upacara-upacara tertentu. Namun, saat ini, kita mulai mengubah cara penggunaannya menjadi lebih kreatif dan kontemporer,” ujarnya.

Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang kompetisi antar pengrajin. Peserta dari berbagai daerah berebut mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan dan uang tunai. Kompetisi ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas hasil kerajinan bunga wijen.

Masyarakat Kecamatan Pesantren sangat antusias dengan acara ini. Bahkan, banyak keluarga yang datang dari luar daerah hanya untuk menyaksikan dan ikut serta dalam acara tersebut. Dengan adanya Kembang Goyang, budaya lokal semakin dikenal dan dilestarikan.

Di akhir acara, para peserta dan pengunjung bersama-sama melakukan doa bersama untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Acara ini ditutup dengan pemberian hadiah dan foto bersama.

Kembang Goyang di Kecamatan Pesantren pada 5 Agustus 2025 menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat dihidupkan kembali melalui kreativitas dan kolaborasi. Semoga acara ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk melestarikan warisan budaya mereka sendiri.

KembangGoyang #BungaWijen #TradisiJawa #KecamatanPesantren #BudayaLokal

Pos terkait