KEKERINGAN EKSTRIM! Sholat Istisqa Minta Hujan Digelar di Lapangan Kecamatan Banyakan pada 2 September 2025!

KediriNews.com – Di tengah ancaman kekeringan ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kediri, masyarakat setempat akan menggelar sholat istisqa untuk memohon hujan. Acara ini akan digelar di Lapangan Kecamatan Banyakan pada hari Jumat, 2 September 2025. Sholat istisqa merupakan ritual keagamaan yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, khususnya ketika musim kemarau berkepanjangan dan sumber air mulai mengering.

“Sholat istisqa adalah salah satu cara untuk memohon pertolongan dari Tuhan dalam menghadapi kondisi alam yang tidak menentu,” ujar Ustaz Suryadi, tokoh masyarakat Banyakan. “Dengan sholat ini, kita juga bisa merasa lebih dekat dengan Tuhan dan saling bersatu dalam memohon perlindungan.”

Sebelum sholat dimulai, warga akan melakukan persiapan seperti membersihkan lapangan, memastikan tempat sholat tersedia, dan membagikan informasi kepada masyarakat sekitar. Selain itu, para imam dan khatib akan memberikan khutbah yang penuh makna tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesadaran akan kebutuhan air.

Sejarah dan Makna Sholat Istisqa

Sholat istisqa memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi Islam. Dalam buku Panduan Praktis dan Lengkap Menuju Kesempurnaan Salat karya Ustaz Abu Sakhi, sholat ini disebut sebagai shalat sunnah yang dilakukan untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Hukum sholat istisqa adalah sunnah mu’akkad atau sangat dianjurkan, terutama ketika terjadi kekeringan atau musim kemarau berkepanjangan.

Tata cara sholat istisqa sendiri terdiri dari dua rakaat tanpa azan dan iqamah. Dalam sholat ini, pembacaan doa dan niat menjadi hal utama. Niat sholat istisqa adalah: “Aku sengaja salat sunnah minta hujan dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta’ala.”

Doa setelah sholat istisqa juga sangat penting. Doa tersebut antara lain: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi.”

Persiapan dan Partisipasi Masyarakat

Untuk memastikan sholat istisqa berjalan lancar, panitia telah melakukan persiapan matang. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  1. Pembagian tugas: Setiap anggota panitia memiliki peran masing-masing, baik dalam pengaturan lokasi, pengamanan, maupun penyampaian informasi.
  2. Pemantauan cuaca: Tim meteorologi setempat akan memberikan informasi perkiraan cuaca agar acara bisa dilaksanakan sesuai rencana.
  3. Koordinasi dengan aparat: Pihak kepolisian dan dinas terkait akan hadir untuk memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan sholat.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk ikut serta dalam prosesi sholat. Mereka diharapkan datang dengan pakaian sederhana dan membawa perlengkapan sholat seperti sajadah dan air minum.

Dampak Lingkungan dan Kebutuhan Air

Kekeringan ekstrem yang terjadi saat ini tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada lingkungan. Salah satu contohnya adalah penambangan pasir ilegal di pinggiran Sungai Brantas, Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Aktivitas ini diketahui telah merusak ekosistem sungai dan meningkatkan risiko banjir.

Menurut laporan dari KediriOnline, penambangan pasir ilegal ini dilakukan tanpa izin resmi dan melanggar beberapa undang-undang terkait lingkungan dan pertambangan. Hal ini semakin memperparah kondisi lingkungan dan membuat kebutuhan air menjadi semakin mendesak.

Oleh karena itu, sholat istisqa tidak hanya menjadi upaya spiritual, tetapi juga menjadi momen penting untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai sumber daya alam.

Harapan dan Tindakan Masa Depan

Setelah sholat istisqa, masyarakat berharap hujan segera turun dan kondisi lingkungan dapat pulih. Namun, harapan ini harus diimbangi dengan tindakan nyata. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum perlu terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas ilegal seperti penambangan pasir dan mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Selain itu, edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber air perlu terus dilakukan. Dengan kesadaran dan komitmen bersama, masyarakat bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan aman untuk generasi mendatang.

SholatIstisqa #KekeringanEkstrim #Banyakan #HujanMinta #LingkunganSehat #KediriNews

Pos terkait