KediriNews.com – Waspada! Penyakit Kulit Menular Serang Siswa di Sekolah Kediri, Ini Langkah Dinkes

Di tengah meningkatnya kasus penyakit menular di wilayah Kediri, masyarakat khususnya para orang tua dan guru diimbau untuk lebih waspada. Salah satu penyakit yang saat ini menjadi perhatian adalah penyakit kulit menular yang dikabarkan menyerang sejumlah siswa di salah satu sekolah di Kota Kediri. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan terkait kondisi tersebut.

Menurut data yang dirilis oleh Dinkes Kota Kediri, selama beberapa bulan terakhir terjadi lonjakan kasus penyakit menular, termasuk gondongan atau parotitis. Namun, kini fokus utama berpindah ke penyakit kulit menular yang diperkirakan menyebar melalui kontak langsung antar siswa di lingkungan sekolah.

“Kami sedang memantau situasi ini secara intensif. Ada indikasi bahwa penyakit kulit menular sedang menyebar di kalangan siswa, terutama di lingkungan sekolah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir.

Penyakit kulit menular seperti impetigo, eksim, atau infeksi jamur biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau melalui alat-alat pribadi seperti handuk dan pakaian. Dinkes juga menyebutkan bahwa kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup bersih sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

“Kami mengimbau kepada siswa dan guru untuk menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Terutama dalam hal mencuci tangan, menggunakan sabun, dan tidak berbagi alat pribadi,” tambah Fajri.

Selain itu, Dinkes juga menyarankan agar sekolah-sekolah melakukan pemeriksaan rutin terhadap siswa yang menunjukkan gejala penyakit kulit. Jika ada siswa yang diduga terinfeksi, segera diberikan pengobatan dan tidak boleh masuk kelas hingga sembuh.

Langkah-langkah pencegahan lain yang diambil oleh Dinkes meliputi edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada siswa dan warga sekolah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran penyakit menular.

“PHBS sangat penting untuk diterapkan sejak dini. Kami juga bekerja sama dengan puskesmas dan instansi terkait untuk memastikan semua pihak memahami cara mencegah penyakit menular,” jelas Fajri.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan PHBS yang diterapkan oleh Dinkes Kediri mirip dengan langkah-langkah yang diambil oleh Dinkes Lampung Selatan. Di sana, penerapan PHBS digunakan sebagai strategi pencegahan dini terhadap berbagai penyakit menular, termasuk penyakit kulit.

“Dengan menerapkan PHBS, masyarakat dapat menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Ini bukan hanya tanggung jawab Dinkes, tetapi juga kesadaran masyarakat,” ujar Jamaluddin, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel.

Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Kediri akan terus memantau perkembangan kasus penyakit kulit menular di sekolah dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Para orang tua dan guru diminta untuk tetap waspada dan kooperatif dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

Dengan kombinasi dari pencegahan, edukasi, dan tindakan cepat, diharapkan penyakit kulit menular yang menyerang siswa di sekolah Kediri dapat segera dikendalikan dan tidak menyebar lebih luas.

Pos terkait