KediriNews.com – Waspada Cuaca Ekstrem di Kediri: Angin Kencang Robohkan Pohon pada 18 Desember 2025

Lead:

Pada 18 Desember 2025, wilayah Kediri mengalami cuaca ekstrem dengan angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik, termasuk di Mojo. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berdampak signifikan.

Body:

Cuaca ekstrem yang melanda Kediri pada 18 Desember 2025 menunjukkan indikasi adanya perubahan atmosfer yang tidak biasa. Angin kencang dengan kecepatan hingga 49 km/jam menyebabkan beberapa pohon tumbang di area perkotaan dan pedesaan. Salah satu lokasi yang terkena dampak adalah Mojo, di mana pohon-pohon besar roboh dan mengganggu lalu lintas jalan raya.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kediri, ada lima titik pohon yang tumbang pada hari itu. Di Jalan Desa Beloh-Jatipasar, Kecamatan Trowulan, sebuah pohon besar melintang di tengah jalan, sehingga menghambat perjalanan kendaraan. Di lokasi lainnya, seperti Jalan Raya Trawas-Pacet dan Jalan Desa Pacet, pohon juga tumbang dan menutup jalur umum.

Tim BPBD Kediri bersama relawan segera turun tangan untuk membersihkan pohon-pohon yang tumbang dan memastikan kondisi jalan kembali aman. “Angin kencang dan akar pohon yang sudah lapuk menjadi penyebab utama tumbangnya pohon,” ujar Abdul Khakim, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, saat diwawancarai.

Background:

Peringatan tentang potensi cuaca ekstrem bukanlah hal baru bagi wilayah Jawa Timur. BMKG telah mencatat adanya peningkatan aktivitas atmosfer yang dipengaruhi oleh fenomena seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta sirkulasi siklonik. Fenomena ini sering kali memicu hujan lebat disertai angin kencang, terutama di daerah dataran rendah seperti Kediri.

Selain itu, Indeks Dipole Mode yang negatif turut memperkuat aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia, sehingga meningkatkan risiko cuaca ekstrem. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Jawa Timur sering mengalami anomali cuaca, baik berupa hujan deras maupun angin kencang yang terjadi secara mendadak.

Closing:

BMKG dan BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Mereka mengimbau warga untuk selalu siaga dan mematuhi prosedur keselamatan bila menghadapi cuaca ekstrem. Selain itu, masyarakat diminta untuk menjauhi area terbuka, tidak berada di bawah pohon, dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG.

Pos terkait