Sebuah video yang menampilkan aksi premanisme di Pasar Kediri, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan setelah polisi berhasil meringkus pelaku pada 15 Desember 2025. Aksi tersebut awalnya viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan di pasar tradisional.
Video yang berdurasi sekitar tiga menit menunjukkan sejumlah orang yang diduga sebagai preman mencoba mengusik pedagang di pasar. Mereka terlihat berkerumun di dekat kios-kios, serta memaksa para penjual untuk membayar “uang jasa” atau “pajak”. Tindakan ini menimbulkan rasa takut dan tidak nyaman bagi para pelaku usaha.
Menanggapi insiden ini, Wakapolres Kediri, Kompol Hary Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa Polres Kediri akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme, terutama yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami sudah mengidentifikasi titik-titik rawan dan akan menggelar patroli bersama secara rutin. Jika ditemukan adanya aksi premanisme yang mengganggu ketertiban, kami tidak akan ragu untuk menindak tegas,” ujar Kompol Hary, Jumat (21/3/2025).
Kompol Hary juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan segala bentuk ancaman atau tindakan premanisme yang mereka alami. Polres Kediri telah menyiapkan Call Center Polisi 110 sebagai layanan pengaduan cepat tanggap bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kami pastikan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti. Jangan takut untuk melapor, karena kami siap memberikan perlindungan maksimal,” tegasnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kediri telah mengalami peningkatan kasus premanisme, terutama di area pasar dan wilayah industri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap iklim investasi dan keamanan di wilayah tersebut. Namun, pihak kepolisian tampaknya sedang berupaya keras untuk menangani masalah ini dengan tindakan preventif dan represif.
Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Fauzy mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait aksi premanisme yang mengganggu para pelaku usaha atau investor di Kediri. Namun, pihaknya tetap bersiaga dan siap bertindak jika ada indikasi gangguan keamanan.
“Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat atau investor terkait premanisme. Tapi kami tetap waspada, dan jika ada laporan masuk, kami pasti langsung bertindak,” kata AKP Fauzy.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa masyarakat yang merasa terancam atau mengalami gangguan akibat premanisme bisa langsung melapor ke Polres Kediri, Polsek terdekat, atau melalui Call Center 110.
“Kami akan menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat untuk memastikan keamanan masyarakat,” tambahnya.
Dengan langkah tegas ini, Polres Kediri berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif, sehingga pelaku usaha dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa rasa khawatir. Selain itu, upaya pencegahan dan penindakan terhadap aksi premanisme juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.
