Kediri, Jawa Timur – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025, seorang guru di Kediri mencuri perhatian publik dengan cara mengajar yang tak biasa. Pada 15 Desember 2025, guru tersebut tampil dengan kostum unik yang menarik perhatian siswa dan warga sekitar.
Guru yang dikenal dengan nama lengkap Muchamad Viki Adi Purba ini, akrab disapa Piki Purba, mengajar di SDN Kras 2 Kediri sejak tahun 2022. Ia mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, kali ini ia tidak hanya membawakan materi pelajaran biasa, tetapi juga memberikan pembelajaran keterampilan hidup (life skill) kepada siswanya.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat Piki Purba sedang membimbing siswanya belajar menyetrika pakaian langsung di dalam kelas. Aksi ini bukan sekadar kegiatan iseng, melainkan upaya menanamkan kemandirian dan keterampilan hidup sejak dini. Netizen ramai memuji langkah inovatif sang guru SD yang dianggap menolak budaya patriarki dan mengajarkan kesetaraan peran kepada anak-anak.
Video berdurasi 27 detik itu memperlihatkan beberapa siswa berseragam merah-putih tengah berlatih menyetrika dengan penuh konsentrasi. Setrika diletakkan di atas meja yang dialasi kain, lengkap dengan colokan listrik panjang. Guru terlihat mengawasi dan membimbing langsung agar anak-anak memahami cara menyetrika yang aman dan rapi.
Tak butuh waktu lama, video tersebut viral dan sudah ditonton lebih dari 2,4 juta kali. Komentar positif membanjiri unggahan tersebut. “Cuci, seterika, dan masak bukan tugas perempuan, tapi skill hidup yang semua orang harus punya,” tulis akun @Acik di kolom komentar.
Piki Purba menjelaskan bahwa pelajaran ini mengajarkan anak tentang keteraturan, tanggung jawab, kehati-hatian, dan fokus. Ia menilai pendidikan tidak boleh berhenti pada teori di kelas saja, melainkan harus menyentuh aspek kehidupan nyata.
[IMAGE: Guru Kediri Mengajar dengan Kostum Unik pada 15 Desember 2025]
“Kami ingin anak-anak tumbuh bukan hanya pintar di atas kertas, tapi juga punya kemampuan praktis dan mental tangguh. Itu bagian penting dari basic life skill yang mereka bawa sampai dewasa,” ujarnya.
Reaksi siswa pun sangat positif. Banyak yang awalnya canggung, namun berubah menjadi antusias ketika berhasil melipat dan menyetrika baju sendiri. “Anak-anak sebenarnya senang kalau diberi kepercayaan dan tantangan. Dari situ saya sadar, kunci kemandirian anak adalah kesempatan yang diberikan pendidik,” pungkasnya.
Aksi inspiratif guru SD Kediri ini menuai pujian luas dari publik. Banyak yang berharap agar pendidikan life skill seperti menyetrika, memasak, dan melipat pakaian dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di Indonesia sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.
[IMAGE: Guru Kediri Mengajar dengan Kostum Unik pada 15 Desember 2025]
