Proyek yang diinisiasi oleh program Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Prioritas bertajuk Gerakan 1.000 Digital Marketing Usaha Ultra Mikro (UMi) serta UMKM, telah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Program ini tidak hanya menargetkan pelaku usaha di Kota Surabaya, tetapi juga mencakup daerah-daerah sekitarnya seperti Kabupaten Gresik dan Sidoarjo. Namun, kali ini tim ITS memperluas cakupannya hingga ke Kaliombo, Kediri, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.
Menurut Dr Sutikno MSi, Kepala Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM agar mereka dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Di era digital ini, pelaku usaha perlu diberdayakan agar mampu bersaing dan berkembang,” ujarnya.
Dalam proyek ini, para mahasiswa KKN akan mendampingi pelaku UMKM secara langsung di lokasi usaha. Pendampingan ini dilakukan selama sebulan penuh dengan fokus pada penguasaan teknik pemasaran digital, seperti pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, dan penggunaan marketplace. Selain itu, mahasiswa juga akan membantu pelaku usaha dalam mengurus legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas produk dan daya saing pelaku usaha di pasar global.
Salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam proyek ini adalah para penjual produk lokal di Kaliombo. Dengan bantuan teknologi digital, mereka diharapkan bisa meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Misalnya, para penjual es campur, nasi campur, atau produk-produk kerajinan tangan dapat menggunakan platform digital untuk mempromosikan usaha mereka, sehingga lebih mudah diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-1 terkait pengentasan kemiskinan dan poin ke-8 mengenai pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Dengan memberdayakan UMKM, ITS berkontribusi pada penguatan perekonomian lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, kolaborasi antara ITS dengan pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat juga menjadi salah satu aspek penting dalam proyek ini. Dengan adanya sinergi antar institusi, diharapkan program pemberdayaan UMKM dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Jawa Timur, Andrio Himawan Wahyu Aji SH MH, menyambut baik langkah yang dilakukan oleh ITS. Ia berharap program ini dapat menjadi contoh yang baik bagi daerah lain dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui proyek besar ini, Tim ITS Surabaya tidak hanya memberikan dukungan teknis kepada pelaku UMKM di Kaliombo, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi untuk berkembang mandiri. Dengan bantuan digital marketing dan penguasaan strategi pemasaran modern, pelaku usaha di Kaliombo diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
