Di tengah keramaian kota Kediri, Jalan Dhoho menjadi salah satu destinasi kuliner yang selalu ramai dikunjungi, terutama pada malam hari. Salah satu makanan yang paling diminati di sana adalah nasi pecel. Namun, yang menarik perhatian adalah antrean panjang yang sering terjadi, bahkan hingga jam 1 malam. Apa sebenarnya alasan di balik kepopuleran nasi pecel di Jalan Dhoho ini?
Sejarah dan Keunikan Nasi Pecel Jalan Dhoho
Jalan Dhoho tidak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi kota, tetapi juga sebagai tempat yang menyimpan tradisi kuliner khas Kediri. Nasi pecel, yang merupakan hidangan utama di sana, memiliki cita rasa yang khas dengan bumbu kacang yang kaya akan rempah dan lauk pendukung seperti tempe, tahu, serta ampela ati. Sejak lama, nasi pecel menjadi andalan para pedagang di sepanjang jalan ini.
Menurut Yuntoro, salah satu pengunjung setia, suasana Jalan Dhoho di malam hari sangat menarik. “Suasananya memang enak. Makan malam sekaligus menikmati malam,” ujarnya. Hal ini membuat banyak orang betah berlama-lama di sana, sehingga mengakibatkan antrean yang cukup panjang.
Harga Terjangkau dan Kualitas Tetap Terjaga
Salah satu faktor yang membuat nasi pecel Jalan Dhoho selalu diminati adalah harga yang sangat terjangkau. Untuk sekali makan, nasi pecel dibanderol seharga Rp 8.000 per porsi, sedangkan lauk tambahan seperti tahu atau tempe hanya Rp 1.000. Harga ini relatif murah dibandingkan dengan makanan lain di kota Kediri.
Selain itu, kualitas makanan tetap terjaga. Para pedagang menjajakan dagangannya dengan membeber tikar di emperan toko, dan harga-harga sudah terpampang jelas di spanduk. Hal ini memberikan rasa aman bagi konsumen, karena mereka bisa memilih sesuai dengan budget dan selera.
Fasilitas yang Masih Perlu Ditingkatkan
Meski begitu, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Menurut Yuntoro, fasilitas toilet di Jalan Dhoho masih kurang memadai. “Keberadaan toilet penting, mengingat para pengunjung di sana tidak hanya sekadar makan, tetapi juga menikmati malam,” katanya.
Pedagang di sekitar Jalan Dhoho juga mengakui bahwa fasilitas tersebut masih menjadi kendala. Mereka berharap Pemerintah dapat memfasilitasi peningkatan infrastruktur, terutama untuk toilet dan area parkir, agar kunjungan semakin meningkat.
Pengunjung Tidak Hanya dari Kediri
Selain warga lokal, Jalan Dhoho juga sering dikunjungi oleh pelancong yang baru saja tiba dari Bandara Dhoho. Bagi para pengunjung, mencicipi nasi pecel di sini menjadi agenda wajib. Bahkan, sebagian besar dari mereka mengaku kagum dengan rasa dan suasana yang khas.
Antrean yang Terjadi di Jam 1 Malam
Mengapa antrean terjadi hingga jam 1 malam? Menurut pengamatan, antrean biasanya mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, banyak pengunjung datang untuk mencicipi nasi pecel yang tersedia di berbagai warung lesehan. Karena jumlah pengunjung yang tinggi, antrean pun tak terhindarkan.
Selain itu, waktu operasional pedagang di Jalan Dhoho juga cukup panjang. Meski toko-toko di sekitar jalan tutup sekitar pukul 21.00 WIB, para pedagang kaki lima tetap beroperasi hingga dini hari. Hal ini membuat Jalan Dhoho tetap ramai hingga larut malam.
Kesimpulan
Nasi pecel di Jalan Dhoho Kediri tidak hanya populer karena rasanya yang lezat dan harga yang terjangkau, tetapi juga karena suasana yang khas dan pengalaman makan yang unik. Meskipun masih ada kekurangan dalam fasilitas, antrean yang terjadi hingga jam 1 malam menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap kuliner khas Kediri ini.
