KediriNews.com – Pelatihan Linmas di Pesantren: Kediri Siap Hadapi Tantangan Kamtibmas

Pelatihan Linmas di Pesantren: Kediri Siap Hadapi Tantangan Kamtibmas

Di tengah tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang semakin kompleks, Kota Kediri menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat kemitraan dengan pesantren sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial. Salah satu inisiatif terbaru adalah pelaksanaan pelatihan Linmas (Linari Masyarakat) di lingkungan pesantren, yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan santri dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Polres Kediri Kota bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk pengurus NU, MUI, dan Kemenag. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Polres Kediri Kota menggelar Lomba Dai Kamtibmas tingkat pondok pesantren se-Kota Kediri. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi antara kepolisian dan para dai santri dalam menjaga kamtibmas.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan ajang mempererat kolaborasi antara kepolisian dan para dai santri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Dai Kamtibmas adalah mitra strategis Polri. Mereka memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujarnya.

Para peserta lomba Dai Kamtibmas berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA, dan mereka memilih beragam tema seperti kebangsaan, keagamaan, toleransi, serta harmoni sosial. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kabaglog Kompol Kus Sumardi, Kasat Binmas Iptu Cahyo Widodo, S.H., Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni, S.Ag., M.Pd., serta Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abduljalil (Gus Ab).

Selain lomba Dai Kamtibmas, Polres Kediri Kota juga melakukan pelatihan Linmas di pesantren. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan santri sebagai agen keamanan di lingkungan pesantren. Materi pelatihan mencakup pengetahuan tentang keamanan, pencegahan kejahatan, dan tata cara respons darurat. Seluruh peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya kesadaran akan keamanan dan tanggung jawab sosial.

Menurut Kapolres, pelatihan Linmas ini sangat penting untuk meningkatkan partisipasi aktif santri dalam menjaga keamanan lingkungan. “Santri memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian dan persatuan di lingkungan masing-masing. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa mereka siap menghadapi tantangan kamtibmas di masa depan,” tambahnya.

Pelatihan Linmas di pesantren juga dilengkapi dengan simulasi dan praktik langsung, seperti simulasi penanganan kebakaran, pertolongan pertama, dan manajemen risiko. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat lebih memahami dan mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam situasi nyata.

Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abduljalil menyatakan bahwa lomba Dai Kamtibmas ini sangat relevan dengan semangat Hari Santri. Menurutnya, ajang ini mendorong santri untuk aktif berdakwah secara bijak dan penuh hikmah. “Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mengukur kemampuan para dai muda agar semakin semangat menimba ilmu dan berdakwah demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Pelatihan Linmas di pesantren merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pesantren yang aman, nyaman, dan ramah santri. Dengan memperkuat partisipasi santri dalam menjaga keamanan, Kediri siap menghadapi berbagai tantangan kamtibmas di masa depan. Kegiatan ini juga menjadi contoh kerja sama yang baik antara pemerintah, kepolisian, dan lembaga pendidikan pesantren dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai.

Pos terkait