Kediri, Jawa Timur – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di kawasan lereng Gunung Wilis, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada hari Rabu (16/12/2025). Seekor harimau diperkirakan masuk ke dalam kebun warga, mengakibatkan kehebohan dan rasa takut di kalangan masyarakat setempat.
Menurut laporan saksi mata, kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Harimau tersebut terlihat berada di dekat kebun milik salah satu warga yang berada di kaki lereng wilis. Keberadaannya membuat warga panik dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa setempat.
“Awalnya kami mendengar suara anjing peliharaan berteriak keras. Setelah dicek, kami melihat seekor harimau sedang berjalan di sekitar kebun. Kami langsung mengambil langkah darurat dengan memanggil petugas,” ujar Suryadi, warga setempat yang menjadi saksi mata.
Pihak desa segera merespons dengan mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah tanpa pengawasan. Mereka juga meminta agar warga tidak pergi ke area hutan atau kebun sendirian, terutama di malam hari.
Menurut informasi yang dihimpun, harimau tersebut diperkirakan memiliki ukuran besar dan tampak agresif. Dari hasil pemeriksaan awal, jejak kaki harimau ditemukan di sekitar kebun. Selain itu, beberapa ternak warga juga dilaporkan mengalami cedera akibat serangan hewan tersebut.
“Kami sudah memasang alat pemantau di sekitar lokasi kejadian. Semoga bisa membantu mengetahui keberadaan harimau dan mencegah kemungkinan konflik lebih lanjut,” ujar Kepala Desa Ngasem, Rudi Santoso.
Dalam waktu dekat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur akan turun tangan untuk mengevaluasi situasi ini. Mereka akan memastikan apakah harimau tersebut berasal dari kawasan hutan atau tidak, serta mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga keselamatan warga.
Selain itu, BKSDA juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi keberadaan satwa liar, terutama di daerah-daerah yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat adanya potensi bahaya jika harimau terus berkeliaran di lingkungan permukiman. Namun, pihak berwenang tetap berupaya untuk menangani situasi secara profesional dan aman.
Dengan kejadian ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga komunikasi dengan aparat setempat untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
