KediriNews.com – Geger! Penemuan Granat Aktif Sisa Perang Dunia II di Kebun Tebu Kediri, Tim Jihandak Beraksi

Sebuah penemuan yang menggegerkan masyarakat Kediri terjadi di lahan tebu milik warga setempat. Sejumlah granat aktif diduga berasal dari masa Perang Dunia II ditemukan di dalam tanah, tepatnya di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penemuan ini menarik perhatian pihak berwenang dan memicu tindakan cepat dari tim jihandak (penjinak bom) untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Penemuan tersebut dilaporkan oleh salah satu petani yang sedang melakukan penggalian di lahan tebu milik Samiran, warga setempat. Saat itu, alat bajak traktor tersangkut dan membuka bagian tanah yang ternyata menyimpan benda asing. Setelah dicek, ditemukan granat dengan kondisi masih aktif. Benda tersebut langsung diamankan dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kediri, Eko Priyatno, membenarkan adanya temuan granat aktif tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan petugas ke lokasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, karena cuaca hujan deras dan masuknya malam hari, proses pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

“Betul ada penemuan granat. Kami mendapat laporan tadi sore,” ujar Eko. Ia juga menyampaikan bahwa arca yang ditemukan di lokasi lain di Kediri sebelumnya telah dipindahkan ke balai desa demi faktor keamanan. Namun, untuk granat aktif ini, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemusnahan.

Tim jihandak segera tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap temuan tersebut. Mereka memastikan bahwa granat tersebut dalam kondisi aktif dan berpotensi membahayakan keselamatan warga. Untuk sementara, area penemuan ditutup dan diberi garis polisi agar tidak ada yang mendekat.

Menurut informasi yang diperoleh, penemuan granat aktif di Kediri ini tidak hanya menjadi perhatian pihak kepolisian, tetapi juga para ahli sejarah. Hal ini karena wilayah Kediri pernah menjadi daerah pertahanan selama Perang Dunia II, khususnya saat Jepang menguasai Indonesia pada masa pendudukan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggali atau mengambil benda mencurigakan. “Jika menemukan benda aneh, segera laporkan ke pihak berwenang,” pesan Kapolsek setempat.

Proses pemusnahan granat akan dilakukan dalam waktu dekat oleh tim ahli dari kepolisian guna memastikan keamanan masyarakat di sekitar lokasi penemuan. Penemuan ini juga menambah daftar temuan sejarah yang tersebar di wilayah Indonesia, khususnya di daerah yang pernah menjadi basis pertempuran.

Dengan adanya penemuan ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan sadar akan potensi bahaya yang bisa muncul dari benda-benda bekas perang. Selain itu, penemuan ini juga menjadi pengingat akan sejarah kelam yang pernah melanda Indonesia, khususnya selama masa perang.

Pos terkait