KediriNews.com – Arisan Bodong Rp5 Miliar di Kediri: Proses Pemeriksaan Saksi-saksi Kunci oleh Polisi

Kasus arisan bodong yang menimpa ratusan warga Kota Kediri kini mulai mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp5 miliar, polisi telah memulai proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci yang terlibat dalam skema penipuan ini.

Menurut informasi yang dihimpun, kasus ini melibatkan seorang perempuan berinisial N (26), yang diduga menjadi pelaku utama. Berdasarkan laporan korban, N awalnya dikenal sebagai pemilik toko baju bekas. Namun, ia kemudian menggelar arisan dengan janji keuntungan besar yang menarik banyak orang untuk bergabung.

RT (56), salah satu korban, mengungkapkan bahwa ia tertarik karena N menawarkan keuntungan yang menarik. “Awalnya saya ragu, tapi N meyakinkan bahwa arisan tersebut benar adanya. Saya lihat bukti transfer kepada peserta yang mendapat giliran arisan,” katanya.

Arisan ini disebut mulai berjalan sejak Juli 2025. RT bergabung pada awal November 2025 dan rugi sekitar Rp60 juta. Ia mengaku awalnya mendapatkan untung, namun setelah memperbesar modal, uang tidak kembali.

“Keuntungan memang menggiurkan, sehingga saya tambah modal sekitar Rp60 juta dan itu sampai sekarang tidak kembali,” ujarnya.

Berdasarkan laporan korban, N sempat dimintai uang, namun hanya diminta sabar. N berjanji akan mengembalikan modal saja. Para korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Kediri Kota, Polres Kediri, hingga Polda Jatim.

Pada 12 Desember 2025, puluhan peserta arisan mendatangi rumah N di Kelurahan Kampung Dalem dan sempat bertemu. Namun sehari kemudian, N sudah tidak bisa dihubungi dan rumahnya dikunci.

Sementara itu, polisi telah memulai proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci. Dalam waktu dekat, penyidik akan meminta keterangan dari para korban dan pihak lain yang terkait. Proses ini dilakukan guna memastikan kebenaran fakta dan membantu pengungkapan kasus secara menyeluruh.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam mengikuti program investasi atau arisan yang menawarkan keuntungan tinggi tanpa dasar yang jelas. Aparat kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan menegakkan keadilan bagi para korban.

Pos terkait