KediriNews.com – Kecelakaan kereta api yang menimpa sebuah mobil terjadi di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Jawa Timur, pada tanggal 11 Desember 2025. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menjadi perhatian khusus dari pihak kepolisian serta PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dalam insiden tersebut, mobil yang dikemudikan seorang pengemudi tertabrak oleh kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Insiden berawal saat mobil yang diduga sedang melintasi perlintasan tanpa palang pintu tiba-tiba muncul di depan KA Batara Kresna. Menurut laporan awal dari saksi mata, kendaraan tersebut tampaknya tidak memperhatikan tanda peringatan atau lampu merah yang menyala. Akibatnya, mobil langsung tertabrak dan terseret beberapa meter sebelum akhirnya berhenti di tepi rel.
“Kami mendapatkan informasi dari warga setempat bahwa mobil tersebut tiba-tiba muncul dari arah belakang kereta. Saat itu, kereta sedang melaju cepat dan tidak bisa menghindar,” ujar salah satu petugas kepolisian yang turun ke lokasi kejadian.
Menurut data sementara, mobil yang terlibat dalam kecelakaan adalah Toyota Agya dengan plat nomor T 1759 GP. Kerusakan pada kendaraan cukup parah, terutama bagian depan dan sisi kanannya. Pengemudi mobil berhasil selamat namun mengalami cedera ringan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pihak KAI juga memberikan respons cepat atas kejadian ini. “Kami segera melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta setelah kecelakaan terjadi. Hasilnya, kereta dalam kondisi aman dan layak jalan. Kami akan terus memastikan keselamatan penumpang dan pengguna jalan,” kata Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kecelakaan ini:
- Lokasi kejadian: Perlintasan tanpa palang pintu di Kecamatan Ngadiluwih, Jawa Timur.
- Waktu kejadian: Pukul 10.58 WIB pada tanggal 11 Desember 2025.
- Jenis kendaraan: Mobil Toyota Agya dengan plat nomor T 1759 GP.
- Kondisi korban: Pengemudi mobil mengalami cedera ringan dan dirawat di rumah sakit.
- Respons KAI: Kereta diperiksa dan dinyatakan aman, serta perjalanan dilanjutkan setelah kejadian.
Selain itu, kecelakaan ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada saat melewati perlintasan kereta api. KAI dan pihak kepolisian telah memperingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan rambu-rambu keselamatan dan selalu memperhatikan kondisi jalan sebelum melewati perlintasan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan. Jangan sampai mengabaikan tanda peringatan karena risiko kecelakaan sangat tinggi,” ujar Feni.
Kecelakaan ini juga menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap perlintasan kereta api yang tidak memiliki fasilitas lengkap seperti palang pintu atau lampu lalu lintas. Dalam beberapa bulan terakhir, KAI telah meningkatkan sosialisasi keselamatan dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
Hashtag Terkait:
