KAKAO COKLAT! Bahan Baku Coklat Enak dari Kecamatan Kepung pada 15 Januari 2025

KediriNews.com – Di tengah peningkatan impor kakao yang signifikan, khususnya dari Ekuador, kecamatan Kepung di Kabupaten Kediri menawarkan bahan baku coklat berkualitas yang bisa menjadi alternatif lokal. Pada 15 Januari 2025, para petani dan pengrajin di Kecamatan Kepung mengklaim bahwa biji kakao mereka memiliki rasa yang lebih lezat dan kaya akan aroma alami dibandingkan impor.

“Kakao dari Kepung memiliki karakteristik rasa yang unik, terutama karena kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk pertumbuhan kakao,” ujar Suryadi, seorang petani kakao di Kecamatan Kepung. Ia menjelaskan bahwa produksi kakao di daerah ini selama beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, baik dalam volume maupun kualitas.

Kecamatan Kepung: Potensi Lokal yang Tidak Terlupakan

Kecamatan Kepung memiliki luas areal perkebunan kakao sekitar 300 hektare, dengan produksi rata-rata mencapai 6 ton per bulan. Meski jumlah ini masih jauh dari produksi nasional yang mencapai ratusan ribu ton per tahun, kualitas kakao lokal tetap diminati oleh para pengrajin dan produsen coklat.

“Kakao dari Kepung biasanya digunakan untuk membuat coklat hitam yang memiliki rasa pahit namun tidak menyengat,” tambah Suryadi. “Biji kakao yang kami panen sudah melalui proses fermentasi yang tepat, sehingga hasil akhirnya sangat optimal.”

Proses fermentasi merupakan salah satu tahapan penting dalam pengolahan kakao. Dengan waktu fermentasi yang cukup lama, biji kakao akan menghasilkan aroma dan rasa yang lebih dalam. Di Kecamatan Kepung, petani menggunakan metode tradisional seperti pengeringan di bawah sinar matahari dan pemilahan biji secara manual.

Tren Produksi dan Konsumsi Coklat Lokal

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan akan coklat buatan lokal meningkat, terutama setelah muncul kesadaran masyarakat akan kesehatan dan kualitas bahan baku. Coklat yang terbuat dari kakao asli Kepung tidak hanya enak, tetapi juga bebas dari bahan kimia berlebihan.

“Konsumen mulai memperhatikan kandungan bahan baku yang digunakan dalam produk coklat. Kami memberikan opsi coklat yang lebih alami dan sehat,” ujar Rina, salah satu pengrajin coklat di Kepung. “Kami juga menawarkan variasi rasa, seperti coklat dengan campuran kacang atau rempah-rempah lokal.”

Langkah-Langkah Membuat Coklat dari Biji Kakao

Membuat coklat dari biji kakao asli Kepung bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, meskipun membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Berikut adalah panduan praktis:

  1. Pilih Biji Kakao Berkualitas: Pilih biji kakao yang sudah difermentasi dan kering. Pastikan tidak ada kotoran atau kerusakan pada biji.
  2. Sangrai Biji: Panggang biji kakao di oven dengan suhu sekitar 120–150°C selama 20–30 menit. Proses ini membantu mengeluarkan aroma coklat yang khas.
  3. Pisahkan Kulit (Winnowing): Setelah dingin, pisahkan kulit dari biji menggunakan blender atau alat pemisah khusus.
  4. Giling Biji: Giling biji hingga menjadi pasta (cocoa liquor) dengan menggunakan mesin penggiling atau blender berkekuatan tinggi.
  5. Tambahkan Bahan Lain: Tambahkan gula, susu bubuk, atau mentega kakao sesuai selera. Proses ini dikenal sebagai conching.
  6. Temper dan Cetak: Temper coklat dengan memanaskan dan mendinginkan adonan dalam suhu terkontrol. Setelah itu, tuangkan ke dalam cetakan dan dinginkan.

Peran Kakao Lokal dalam Ekonomi Daerah

Selain sebagai bahan baku coklat, kakao Kepung juga berkontribusi pada perekonomian masyarakat setempat. Para petani dan pengrajin lokal mendapatkan penghasilan yang cukup stabil dari penjualan biji kakao dan produk olahan coklat.

“Kami berharap dengan meningkatnya minat terhadap coklat lokal, produksi kakao di Kepung bisa semakin berkembang,” kata Suryadi. “Kami juga ingin mengajak generasi muda untuk tertarik berbisnis di bidang ini.”

Kesimpulan

Kakao coklat dari Kecamatan Kepung menawarkan potensi yang besar sebagai bahan baku coklat berkualitas. Dengan proses fermentasi dan pengolahan yang tepat, biji kakao lokal mampu bersaing dengan impor, terutama dalam hal rasa dan kualitas. Selain itu, pengembangan industri coklat lokal juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

#KakaoKepung #CoklatLokal #ProdukIndonesia #KopiDanCoklat #EkonomiDaerah

Pos terkait