KediriNews.com – Peresmian Jembatan Jombiro di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berlangsung meriah pada 1 Desember 2025. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana secara resmi memotong pita sebagai tanda dibukanya jembatan yang sempat terputus sejak tahun 2017. Acara ini dihadiri oleh warga setempat dan pejabat daerah, yang menyambut antusias kehadiran bupati.
“Senang banget. Maleh rame dalane, orang-orang jualan semua jadi suka, mesti laku,” ujar Sukarni, salah satu warga Desa Jongbiru, dalam kutipan verbatim. Ia mengungkapkan bahwa dengan dibangunnya jembatan sepanjang 133,94 meter, ekonomi masyarakat sekitar kembali bergeliat. Sebelumnya, mobilitas warga terganggu karena jembatan tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas perdagangan di sepanjang jalan menuju simpang empat Jongbiru terhenti.
Sejarah dan Perkembangan Jembatan Jombiro
Jembatan Jombiro memiliki peran penting sebagai penghubung antara Kabupaten Kediri dan Kota Kediri. Sebelum roboh dan ditutup total pada 2017, jembatan ini pernah mengalami buka tutup sejak 2012, hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Selama masa penutupan, perekonomian warga sekitar lumpuh, karena tidak ada mobilitas. Bahkan, banyak pedagang yang kesulitan menjual barang mereka.
Bupati Hanindhito menekankan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. “Ini nanti akan menghidupkan roda perekonomian di seluruh jalan ini sampai dengan Kota Kediri. Harapannya bisa mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. Pembangunan jembatan ini dikerjakan dalam waktu 284 hari kalender menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023-2024, dengan struktur rangka baja.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Selain meningkatkan perekonomian, keberadaan jembatan juga memberikan dampak sosial positif. Warga seperti Yayuk, salah satu pedagang jamu di sekitar jembatan, mengatakan bahwa dengan dibukanya jembatan, usaha mereka kembali lancar. “Alhamdulillah seneng banget, tokonya biar laku lagi,” katanya.
Pemerintah Daerah Kediri juga melakukan berbagai upaya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Bupati Hanindhito menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperhatikan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal akses transportasi. “Kami memahami keresahan masyarakat. Tahun depan akan kita upayakan solusi melalui perencanaan dan anggaran,” tambahnya.
Peristiwa Serupa di Wilayah Lain
Meski Jembatan Jombiro telah resmi dibuka, masih ada beberapa jembatan lain yang sedang dalam proses perbaikan. Misalnya, di Aceh, oprit Jembatan Krueng Meureudu resmi dibuka kembali pada 12 Desember 2025 setelah mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Di Muaro Jambi, pemerintah setempat juga sedang merencanakan perbaikan jembatan besi yang menjadi akses vital antara Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi.
Meskipun kondisi anggaran menjadi kendala, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno tetap berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur tersebut. “Tahun depan akan kita upayakan solusi melalui perencanaan dan anggaran 2026 agar jembatan bisa segera diperbaiki,” ujarnya.
Kesimpulan
Peresmian Jembatan Jombiro di Kecamatan Gampengrejo menjadi momen penting bagi masyarakat setempat. Selain memberikan akses transportasi yang lebih baik, jembatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga. Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang terencana dan berkelanjutan, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terpenuhi.
