KediriNews.com – Pada 20 Oktober 2025, warga Kecamatan Pare di Kabupaten Kediri mengalami kejutan menarik ketika sejumlah ikan discus dengan warna cerah dan bentuk tubuh pipih lebar ditemukan di aliran sungai lokal. Kejadian ini memicu perhatian para penggemar ikan hias air tawar dan masyarakat setempat. “Saya tidak menyangka akan melihat ikan discus langsung di alam bebas,” ujar salah satu warga yang mengaku terkesan dengan keindahan ikan tersebut.
Perawatan dan Pemeliharaan Ikan Discus
Ikan discus, dikenal sebagai “raja sungai Amazon”, adalah ikan hias air tawar yang memukau. Warnanya yang cerah dan bentuk tubuhnya yang bulat membuat discus menjadi favorit para penghobi. Artikel ini membahas perawatan, habitat, perilaku, dan tips penting untuk menjaga discus tetap sehat dan cantik, cocok untuk pemula.
Perawatan ikan discus membutuhkan kualitas air yang sangat baik. Suhu ideal berkisar antara 28–31°C, pH 6,0–7,0, serta kekerasan air (GH) 3–8 dGH. Filter dan arus harus dipilih dengan hati-hati agar tidak terlalu kuat, sehingga meniru kondisi alami sungai Amazon. Selain itu, pakan seimbang seperti cacing darah, artemia, atau pelet berkualitas tinggi juga penting untuk menjaga kesehatan dan kecerahan warna ikan.
Habitat Alami dan Perilaku Discus
Discus berasal dari sungai-sungai Amazon di Brasil, Peru, dan Kolombia. Mereka hidup di perairan tenang dan berarus lambat, sering tersembunyi di antara akar, batang pohon, dan tanaman air. Air jernih hingga sedikit keruh, kaya tannin dari daun yang membusuk, memberikan warna cokelat keemasan yang khas.
Perilaku sosial discus sangat menarik. Mereka biasanya hidup berkelompok dalam shoal 5–10 ekor dan menunjukkan sifat protektif saat bertelur. Namun, mereka juga pemalu dan sensitif terhadap gangguan serta kualitas air yang buruk. Warna tubuh mereka bisa berubah untuk menyampaikan mood atau dominasi.
Tips dan Fakta Penting untuk Pemula
Bagi pemula, merawat ikan discus memerlukan kesabaran dan pengetahuan dasar. Berikut beberapa tips penting:
- Ganti air secara rutin (25–50% per minggu) untuk menjaga kualitas air.
- Pertahankan suhu stabil antara 28–31°C.
- Gunakan filter lembut dengan arus tidak terlalu kencang.
- Berikan pakan hidup dan pelet berkualitas untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan.
- Perhatikan perilaku ikan seperti berenang santai, warna cerah, dan nafsu makan yang baik.
Selain itu, karantina ikan baru selama 2–3 minggu sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke akuarium utama.
Pengamatan di Kecamatan Pare
Kejadian penemuan ikan discus di Kecamatan Pare pada 20 Oktober 2025 menarik perhatian para ahli dan pecinta ikan hias. Meskipun ikan discus biasanya dibudidayakan dalam akuarium, keberadaannya di alam bebas menunjukkan bahwa lingkungan perairan setempat cukup layak untuk kehidupan ikan tersebut.
“Penemuan ini menunjukkan bahwa ekosistem sungai di Pare masih sehat dan dapat mendukung keberagaman hayati,” kata Dr. Arifin, seorang ilmuwan lingkungan dari Universitas Negeri Malang.
Kesimpulan
Merawat ikan discus bukan sekadar memelihara ikan hias, tapi menghadirkan sepotong Amazon di rumah Anda. Dengan memahami habitat alami mereka, menyediakan air berkualitas tinggi, pakan seimbang, dan lingkungan yang aman, Anda bukan hanya menjaga ikan tetap hidup, tapi juga memungkinkan mereka menunjukkan keindahan alami dan perilaku sosial yang mempesona.
Penemuan ikan discus di Kecamatan Pare pada 20 Oktober 2025 menjadi bukti bahwa kekayaan alam Indonesia masih menyimpan banyak keajaiban yang belum terungkap.
