–Rasa hormat dan pengakuan tidak diperoleh secara alami, tapi dibangun dari beberapa perilaku tertentu.
Terutama di tempat kerja, rasa hormat dibangun bukan hanya dari keterampilan atau jabatan, tapi dari cara Anda berkomunikasi.
Ini karena rekan kerja Anda akan memperhatikan cara berbicara, topik yang dibahas, dan sikap dalam menjalani rutinitas.
Di lingkungan kerja, percakapan sehari-hari memainkan peran besar dalam membentuk citra profesional Anda.
Namun, banyak orang yang tidak sadar bahwa komunikasi sehari-hari bisa mengikis rasa percaya atau meningkatkan rasa hormat rekan kerja.
Dilansir dari Silicon Canals, inilah tujuh pembicaraan yang harus Anda hindari agar menjadi pribadi yang lebih dihargai dan dihormati di tempat kerja.
- Masalah dan Drama Pribadi
Menceritakan masalah keluarga, percintaan, atau drama pribadi terus-menerus dapat membuat rekan kerja merasa canggung.
Ini membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman, sehingga rekan kerja cenderung menghindari Anda.
Anda perlu memahami bahwa tempat kerja bukan tempat untuk melampiaskan kekesalan dan emosi pribadi.
Rekan kerja akan jauh lebih menghormati Anda jika Anda dapat bersikap profesional dan fokus pada pekerjaan.
Masalah pribadi yang dibagikan di tempat kerja juga membuat Anda menjadi pribadi yang tidak memiliki dedikasi dalam bekerja.
Selain itu, ini menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki batasan pribadi dalam memisahkan urusan privat dengan pekerjaan.
Cara terbaik adalah menyimpan masalah atau drama pribadi dari obrolan di tempat kerja, terutama saat jam kerja.
Fokuslah pada proyek, tanggung jawab, atau pengembangan pribadi Anda, karena itu dapat membuat rekan kerja menghargai Anda.
- Kurang Tidur dan Rasa Lelah
Tuntutan pekerjaan seringkali membuat diri Anda kurang tidur atau bahkan kelelahan berlebihan.
Namun, kurang tidur bukan sebuah alasan untuk menjadi topik pembicaraan yang baik di tempat kerja.
Selain itu, kurang tidur bukan menunjukkan sifat pekerja keras, tapi kurangnya pengaturan waktu yang baik.
Rekan kerja Anda ketika Anda ketika mendengar Anda kurang tidur akan menganggap Anda orang yang terus menunda-nunda pekerjaan.
Alih-alih mendapatkan simpati dari rekan kerja, Anda justru akan mendapatkan penilaian buruk dalam hal tanggung jawab.
Anda perlu memahami bahwa setiap pekerjaan perlu waktu istirahat yang baik, dan itu bentuk kemampuan manajemen waktu.
Dan menjadi pribadi yang profesional adalah tentang bekerja secara konsisten dan seimbang, sehingga rasa lelah hilang dari waktu istirahat di rumah.
- Gosip atau Rumor di Kantor
Rumor atau gosip di kantor seringkali terbentuk secara alami, dan Anda yang suka membicarakan hal ini dapat dianggap kurang profesional.
Membicarakan gosip atau rumor secara langsung dapat menghancurkan reputasi baik di tempat kerja.
Ini karena orang yang suka bergosip justru dianggap tidak dapat dipercaya dan tidak memiliki sikap profesional yang baik.
Ini karena rekan kerja Anda akan menganggap Anda membicarakan diri mereka jika tidak ada di sekitar Anda.
Selain itu, sering bergosip dapat membuat lingkungan kerja menjadi tidak sehat, karena banyak rumor negatif yang tersebar daripada progress kinerja.
- Gaji dan Masalah Keuangan Pribadi
Gaji adalah hal yang tidak boleh Anda ceritakan kepada siapapun, terutama kepada rekan kerja Anda.
Selain itu, masalah keuangan pribadi juga bukan topik yang harus kita bagikan di tempat kerja.
Ketika Anda merasa kesulitan secara finansial, cobalah untuk menyembunyikannya dari pembicaraan di tempat kerja.
Ini karena gaji dan masalah keuangan pribadi dapat dengan mudah menciptakan konflik di lingkungan kerja.
Konflik bisa terjadi karena rasa iri dan cemburu, sehingga muncul situasi yang canggung di tempat kerja.
Alih-alih berdampak positif yang membuat persaingan lebih sehat, menceritakan gaji dan masalah keuangan dapat dianggap kurang profesional.
Jika membahas gaji, tentu Anda perlu situasi yang formal dan tepat, seperti dengan HRD atau atasan tentang kinerja kita.
- Pandangan Politik dan Topik Sensitif
Pandangan politik atau ideologi adalah sebuah topik yang sangat sensitif, karena tidak semua orang dapat terbuka dengan pandangan yang berbeda.
Selain itu, topik ini tidak cocok untuk dibicarakan di tempat kerja, karena dapat menciptakan konflik.
Di tempat kerja memang menekankan rasa hormat akan perbedaan, tapi itu bukan berarti Anda bebas membicarakan pandangan politik atau ideologi pribadi.
Seiring berjalannya waktu, tempat kerja dapat menjadi lingkungan yang terkelompok oleh orang-orang dengan kesamaan paham.
Dan ini menyebabkan kurangnya kerja sama dan profesionalisme yang baik di tempat kerja Anda.
Sebaik mungkin hindari topik yang sensitif terkait pandangan politik dan ideologi, karena itu sangat tidak cocok dibicarakan di tempat kerja.
- Rasa Tidak Suka Pada Pekerjaan
Mengeluh karena banyaknya beban kerja dan tanggung jawab memang wajar, tapi itu bukan hal yang bijak untuk diungkapkan kepada rekan kerja.
Terutama kepada atasan, karena membicarakan rasa benci akan pekerjaan dapat membuat Anda tidak dipercaya.
Dan itu juga menunjukkan sikap negatif yang membuat rekan kerja atau atasan menganggap Anda tidak bersyukur.
Orang lain mungkin ingin berada di posisi Anda, dan menunjukkan rasa benci terhadap pekerjaan dapat membuat rekan kerja atau atasan meragukan Anda.
Selain itu, komitmen Anda dalam bekerja akan selalu diragukan, atau bahkan Anda dapat kehilangan pekerjaan.
Alih-alih membicarakan rasa tidak puas dalam bekerja, cobalah untuk merencanakan karir yang lebih baik dan terarah.
- Kesalahan dan Kegagalan Orang Lain
Membicarakan kesalahan dan kegagalan orang lain adalah bentuk sikap yang kurang profesional saat bekerja.
Selain itu, membicarakan hal tersebut tidak dapat membuat Anda terlihat hebat dan kompeten.
Ini justru membuat Anda dianggap kurang baik, arogan, atau tidak menghargai rekan kerja lain.
Alih-alih bersikap suportif, ini justru membuat Anda merusak kerja sama tim yang dibangun di lingkungan kerja.
Anda harus memahami bahwa lingkungan kerja bukan tentang menghakimi, tapi saling membangun rasa percaya antar masing-masing.
Oleh karena itu, Anda perlu menunjukkan sikap mendukung satu sama lain daripada membicarakan keburukan orang lain.
