KediriNews.com – Pada 5 Desember 2025, pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi memasang alat Early Warning System (EWS) di Kecamatan Mojo sebagai upaya mitigasi bencana longsor. Alat ini dirancang untuk mendeteksi pergerakan tanah dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan setelah beberapa kali kejadian longsor mengakibatkan kerugian jiwa dan materi.
Alat deteksi longsor yang digunakan adalah sistem EWS yang telah disesuaikan dengan kondisi geografis daerah tersebut. Sistem ini terdiri dari berbagai komponen seperti detektor perubahan level air tanah dan gas radon, pengkondisi sinyal, kontroler, penyimpan data, serta sumber daya listrik. Teknologi Internet of Things (IoT) juga dimanfaatkan dalam operasional alat ini. Mekanisme kerjanya berdasarkan anomali alam sebelum terjadinya gempa atau longsor, seperti peningkatan konsentrasi gas radon dan fluktuasi permukaan air tanah.
“Dengan EWS, kami bisa mendeteksi pergerakan tanah secara real-time. Ini sangat penting untuk memberikan informasi cepat kepada warga agar bisa melakukan evakuasi sebelum bencana terjadi,” ujar Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto.
- Fungsi Utama EWS
- Deteksi pergerakan tanah dan potensi longsor.
- Memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
- Memantau kondisi lingkungan secara terus-menerus.
-
Membantu proses evakuasi yang lebih cepat dan efektif.
-
Kelebihan EWS dibanding Alat Lain
- Bekerja secara otomatis dan real-time.
- Tidak bergantung pada manusia sepenuhnya.
- Dapat mengirimkan data ke pusat pengendalian bencana.
-
Menyediakan informasi akurat untuk tindakan mitigasi.
-
Penggunaan di Daerah Rawan Longsor
- EWS akan dipasang di titik-titik kritis seperti lereng curam dan area yang sering terkena dampak hujan deras.
-
Alat ini juga akan dipadukan dengan sistem pemantau cuaca BMKG untuk meningkatkan akurasi prediksi.
-
Kolaborasi dengan Instansi Terkait
- BPBD Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Basarnas, BMKG, dan instansi lainnya untuk memastikan alat berfungsi optimal.
-
Tim survei akan terus memantau kondisi lapangan dan menilai keamanan untuk pembersihan material longsoran.
-
Pentingnya Edukasi Masyarakat
- Selain memasang EWS, pemerintah juga akan memberikan edukasi tentang tanda-tanda longsor dan cara menghadapi bencana.
- Masyarakat diajak untuk memahami risiko dan siap mengambil tindakan jika terjadi ancaman.
Sementara itu, Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo S.T., M.Eng., IPM., menyampaikan bahwa alat EWS merupakan langkah penting dalam mitigasi bencana. “Dengan teknologi ini, kita bisa memprediksi potensi bahaya jauh-jauh hari. Ini sangat membantu dalam menjaga keselamatan masyarakat,” katanya.
Pemasangan EWS di Kecamatan Mojo tidak hanya menjadi upaya pencegahan, tetapi juga menjadi model bagi daerah-daerah lain yang rawan longsor. Dengan adanya alat ini, diharapkan jumlah korban dan kerugian dapat diminimalkan.
“Kami berharap EWS ini bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam menghadapi bencana alam,” tambah Yo’ie.
Seiring dengan perkembangan teknologi, EWS akan terus dikembangkan agar lebih akurat dan efisien. Pemda Mojokerto juga akan melibatkan akademisi dan lembaga penelitian untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan kapasitas respons bencana.
#EWS #Longsor #MitigasiBencana #BPBD #KecamatanMojo
