EKSKUL E-SPORT! Sekolah Dukung Bakat Gamer di Kecamatan Pesantren pada 5 September 2025

KediriNews.com – Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan tidak lagi terbatas pada metode konvensional. Di Kecamatan Pesantren, khususnya di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sebuah inisiatif menarik sedang berlangsung: ekskul e-sport yang resmi dicanangkan sebagai wadah pengembangan bakat gamer muda. Pada hari Jumat, 5 September 2025, kegiatan ini resmi diluncurkan dalam rangkaian Sukosari Esports League 2025.

“Esports bukan sekadar hiburan. Ini adalah cabang olahraga resmi yang bisa mengantarkan anak-anak muda Bondowoso bersaing di tingkat nasional,” ujar Heru Mulyadi, Ketua Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Bondowoso. Ia menekankan bahwa keberadaan liga ini merupakan upaya serius untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan memiliki mental juara.

  1. Inovasi Pendidikan di Tengah Perkembangan Digital

    Pondok pesantren, yang biasanya dikenal sebagai pusat pendidikan agama, kini mulai menjadi ruang tumbuhnya prestasi baru di bidang olahraga digital. Sukosari Esports League 2025, yang digelar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, membuktikan bahwa pesantren tidak menutup diri terhadap perubahan. Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum sekaligus Divisi Hukum ESI Bondowoso, Nurul Jamal Habaib, SH., menyebut bahwa santri bisa belajar agama sekaligus menyalurkan hobi dengan cara yang positif. “Dengan esports, mereka bisa berprestasi tanpa harus keluar dari jalur pendidikan,” katanya.

  2. Kompetisi yang Berjenjang dan Menyentuh Berbagai Kalangan

    Turnamen ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, dengan total 11 tim Free Fire dan 40 tim Mobile Legends yang siap bertanding. Kompetisi disusun berjenjang, mulai dari tingkat U-16, SMA/SMK/MA, hingga kategori umum yang diikuti atlet dari Bondowoso maupun luar daerah. Ajang ini juga menjadi salah satu tahapan seleksi atlet Esports Kabupaten Bondowoso menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

  3. Dukungan Penuh dari Pihak Berwenang

    Kapolsek Sukosari IPTU Andi Wiranata Tamba, S.Tr.K., S.IK., M.I.K., menyebut bahwa dukungan penuh aparat kepolisian adalah bentuk nyata komitmen menjaga kegiatan positif anak muda. “Turnamen ini bukan hanya soal game, tapi juga soal sportivitas dan kebersamaan. Kami pastikan jalannya kompetisi aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

  4. Ekskul E-Sport sebagai Wadah Prestasi Masa Depan

    Dengan sinergi antara pendidikan, kepemudaan, dan olahraga digital, Sukosari Esports League 2025 tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga simbol lahirnya era baru: pesantren sebagai rumah bagi lahirnya atlet esports berprestasi. Turnamen resmi dimulai dengan pertandingan kategori Free Fire pada Jumat 5 September 2025, disusul laga Mobile Legends sehari setelahnya. Sorak-sorai penonton menambah semarak suasana, menegaskan bahwa esports kini telah menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat Bondowoso.

  5. Peran Esports dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda

    Esports kini tidak lagi dianggap sekadar hiburan. Banyak ahli memandangnya sebagai olahraga yang membutuhkan konsentrasi, ketahanan fisik, dan mental yang kuat. Seperti yang diungkapkan Richard Permana, pendiri tim esport profesional NXL, “Artinya menjadi atlet itu harus siap dengan daya tahan, ketahanan fisik, dan lain sebagainya. Banyak sekali aspeknya agar pro-gamer itu juara.”

Sumber Berita:

KLIKTODAY.CO.ID

Sibernusantara.co.id

Esports #Bondowoso #PondokPesantren #EkskulDigital #GenerasiMudaBerprestasi

Pos terkait