DURIAN MEDOWO JUARA! Festival Durian Gratis di Kecamatan Kandangan Ricuh pada 30 November 2025!

KediriNews.com – Festival Durian Medowo Juara yang digelar di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, kembali memicu keramaian dan antusiasme masyarakat. Namun, perayaan tahunan yang seharusnya menjadi momen kebanggaan ini berakhir dengan ricuh, terutama saat pembagian buah durian gratis kepada ribuan pengunjung pada 30 November 2025. Acara yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan destinasi wisata lokal ini justru menimbulkan kekacauan akibat berebutan.

Sejak pagi hari, ratusan warga dan pengunjung dari berbagai daerah telah memadati area acara. Mereka antre untuk mendapatkan kupon yang dapat ditukarkan dengan buah durian secara gratis. Menurut informasi dari panitia, total durian yang dibagikan mencapai 2025 buah, yang disiapkan di lima titik lokasi. Setiap pengunjung diberi satu kupon sesuai jumlah kendaraan atau jumlah orang yang hadir. Namun, hal ini justru menyebabkan kerumunan yang tidak terkendali.

“Kami sudah mengatur sistem pembagian dengan kupon agar lebih tertib, tetapi ternyata banyak pengunjung yang tidak sabar dan langsung berebut,” ujar salah satu petugas keamanan yang turut mengamankan acara. Dari laporan saksi mata, beberapa orang terjepit dan terdorong saat proses pembagian sedang berlangsung. Bahkan, ada korban cedera ringan akibat dorongan yang terlalu keras.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang dikenal sebagai Mas Bup, sempat menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Desa Medowo dalam menjaga tradisi festival ini. “Durian Medowo memiliki rasa yang unik dan sudah teruji sejak tahun 1980-an. Saya berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan pemerintah daerah,” katanya dalam pernyataannya.

Tantangan dalam Pengelolaan Acara

Pengelolaan festival seperti ini memang tidak mudah, terlebih ketika jumlah pengunjung melebihi ekspektasi. Panitia mengakui bahwa sistem kupon yang digunakan untuk pembagian durian adalah upaya untuk menghindari keributan. Namun, dalam praktiknya, tidak semua pengunjung mematuhi aturan tersebut. Beberapa orang memilih untuk membawa kupon tambahan atau bahkan membagi kupon antar kelompok, sehingga memicu ketidakadilan.

Selain itu, pengelolaan jalur masuk dan keluar juga menjadi kendala. Area parkir yang terbatas menyebabkan kemacetan dan penumpukan pengunjung di dekat lokasi pembagian durian. Hal ini memperparah situasi yang sudah tidak terkendali.

Kerjasama Masyarakat dan Pemerintah

Meski terjadi ricuh, festival ini tetap menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Medowo. Sebagai salah satu desa yang dikenal dengan produksi durian berkualitas, acara ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan identitas lokal. Kepala Desa Medowo, Sujarwo, mengatakan bahwa acara ini diadakan setiap tahun dengan dukungan dari swadaya masyarakat dan sebagian anggaran desa.

“Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan destinasi wisata seperti Bukit Tanggulasi dan Air Terjun Sumber Jodo,” jelas Sujarwo. Ia juga menambahkan bahwa durian Medowo memiliki nilai ekonomi tinggi karena kualitasnya yang baik, serta lokasi geografis yang mendukung pertumbuhan tanaman durian.

Kritik dan Evaluasi

Setelah kejadian ricuh, banyak pihak mulai menyoroti pentingnya pengelolaan acara yang lebih baik. Wakil Bupati Kediri, Masykuri Ikhsan, yang pernah menghadiri festival serupa pada tahun-tahun sebelumnya, menyampaikan evaluasi terhadap penyelenggaraan tahun ini.

“Kami akan melakukan evaluasi untuk memastikan acara tahun depan lebih terorganisir dan aman,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya partisipasi aktif dari masyarakat dan pihak keamanan dalam menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Harapan untuk Masa Depan

Meski terjadi insiden, festival Durian Medowo Juara tetap menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Kandangan. Dengan potensi pariwisata dan ekonomi yang besar, acara ini diharapkan bisa menjadi contoh sukses dalam memadukan budaya lokal dengan kegiatan ekonomi.

Bagi para pengunjung, meskipun ada keributan, mereka tetap merasa senang karena bisa menikmati durian Medowo yang terkenal lezat. “Walaupun agak ricuh, tapi rasanya benar-benar enak. Saya akan kembali tahun depan,” kata salah satu pengunjung.

Kesimpulan

Festival Durian Medowo Juara pada 30 November 2025 menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat Kandangan. Meskipun terjadi ricuh akibat antusiasme yang terlalu besar, acara ini tetap menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan evaluasi dan perbaikan di masa depan, harapan besar diarahkan agar festival ini bisa menjadi acara yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.

DurianMedowo #FestivalDurian #Kandangan #Kediri #WisataKediri

Pos terkait