Demo Mahasiswa Bakar Ban di Depan Kejaksaan Kecamatan Ngasem dalam Peringatan Hari Anti Korupsi 2025

KediriNews.com – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember, sejumlah mahasiswa di Kabupaten Ngasem, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa dengan cara bakar ban di depan Gedung Kejaksaan Kecamatan Ngasem. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kecaman terhadap maraknya praktik korupsi di berbagai lembaga pemerintahan.

“Kami menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dari lembaga penegak hukum, khususnya Kejaksaan,” ujar salah satu peserta demo, Arif. Ia menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan untuk mengingatkan pihak berwenang agar tidak lengah dalam menjalankan tugasnya.

Aksi tersebut berlangsung secara damai, dengan para peserta demo hanya menggunakan alat peraga seperti spanduk dan poster yang bertuliskan tuntutan mereka. Mereka juga menyampaikan beberapa isu penting terkait korupsi, seperti dugaan penyimpangan anggaran daerah dan penggunaan dana negara yang tidak sesuai aturan.

  1. Pembakaran ban sebagai simbol kekecewaan
  2. Aksi pembakaran ban menjadi simbol protes terhadap sistem yang dinilai tidak efektif dalam memberantas korupsi.
  3. Selain itu, hal ini juga menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi aktif dalam pemberantasan korupsi.

  4. Tuntutan terhadap lembaga penegak hukum

  5. Mahasiswa menuntut Kejaksaan untuk lebih proaktif dalam menindak kasus korupsi yang terjadi di wilayah Ngasem.
  6. Mereka juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap pejabat publik agar tidak menyalahgunakan wewenang.

  7. Dukungan dari komunitas lokal

  8. Beberapa warga setempat turut mendukung aksi mahasiswa, meskipun tidak ikut langsung dalam demonstrasi.
  9. Mereka berharap aksi ini bisa menjadi awal perubahan dalam upaya memperbaiki sistem pemerintahan yang bersih dan transparan.

Sementara itu, berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indonesia masih berada dalam posisi yang kurang memuaskan dalam hal indeks persepsi korupsi. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat.

“Korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak kesejahteraan rakyat,” kata Arif. Ia menambahkan bahwa perlu ada kesadaran kolektif untuk menolak praktik korupsi dalam segala bentuknya.

Aksi ini juga menjadi momen penting bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mereka tidak diam terhadap masalah korupsi. Dengan semangat anti-korupsi, mereka berharap bisa menjadi agen perubahan dalam masyarakat.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, aksi mahasiswa di Ngasem menjadi bukti bahwa perlawanan terhadap korupsi tidak hanya dilakukan oleh lembaga resmi, tetapi juga oleh rakyat biasa yang ingin melihat Indonesia yang lebih baik.

HariAntiKorupsi #DemoMahasiswa #Ngasem #Kejaksaan #PemberantasanKorupsi

Pos terkait