Darajat Pass di awal 2026, ketika kabut tebal mengiringi sepi di Bumi Pasirwangi

PR Garut- Kabut pagi masih setia menyelimuti kawasan Darajat Pass, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Rabu (1/1/2026). Udara dingin khas pegunungan tetap terasa menenangkan, kolam air panas mengepulkan uap, dan panorama alam membentang indah seperti biasanya. Namun, suasana awal tahun ini terasa sedikit berbeda. Riuh wisatawan yang lazim memadati kawasan wisata favorit Garut itu tampak berkurang.

Memasuki libur Tahun Baru 2026, pengelola Darajat Pass mencatat adanya penurunan jumlah pengunjung cukup signifikan, yakni berkisar antara 30 hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan langsung oleh pengelola Darajat Pass, Risyad.

“Ya, di tahun baru 2026 ini pengunjung mengalami penurunan sekitar 30 sampai 50 persen,” ujar Risyad saat ditemui Pikiran Rakyat Garut, Rabu (1/1/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi minat wisatawan. Intensitas hujan yang cukup tinggi disertai cuaca ekstrem membuat sebagian calon pengunjung memilih menunda perjalanan wisata mereka, terutama ke kawasan pegunungan.

Meski demikian, penurunan jumlah pengunjung tidak menyurutkan komitmen pengelola dalam memberikan pelayanan maksimal. Risyad menegaskan, kenyamanan dan keamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama.

“Pelayanan terbaik untuk pengunjung tentunya tetap menjadi konsen kami,” tegasnya.

Pesona Alam Pegunungan yang Tetap Menggoda

Secara administratif, Darajat Pass terletak di Jalan Darajat Km 14, Kampung Bedeng, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Garut, kawasan wisata ini dikenal sebagai destinasi pemandian air panas dengan nuansa alam pegunungan yang asri dan menenangkan.

Hamparan perbukitan hijau, udara sejuk, serta lingkungan pertanian di sekitarnya menjadi daya tarik utama Darajat Pass. Tak heran jika kawasan ini selama bertahun-tahun menjadi pilihan favorit wisatawan untuk berlibur bersama keluarga maupun kerabat.

Rasa aman dan nyaman juga menjadi nilai lebih yang ditawarkan. Pengelola terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sehingga pengunjung dapat menikmati wisata alam tanpa mengesampingkan kenyamanan.

Salah satu keunggulan Darajat Pass adalah operasionalnya yang kini dibuka selama 24 jam. Wisatawan tak perlu khawatir jika ingin menikmati sensasi berendam di kolam air panas pada malam hari. Akomodasi penginapan pun tersedia bagi pengunjung yang ingin bermalam dan menikmati suasana pegunungan dari siang hingga malam.

Darajat Pass menawarkan beragam fasilitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen wisatawan:

Kolam Renang Air Panas dan Water Park

Menjadi fasilitas unggulan, kolam air panas untuk anak dan dewasa dilengkapi water park berkonsep hot water. Berendam di tengah udara dingin pegunungan menjadi cara tepat untuk melepas penat, sambil menikmati pemandangan alam yang menyegarkan mata.

Rumah Makan Darajat Pass

Aneka hidangan khas Sunda dan nusantara disajikan untuk menemani wisatawan. Udara dingin yang mudah memicu rasa lapar pun tak lagi menjadi masalah.

Penginapan

Tersedia berbagai pilihan penginapan, mulai dari kamar untuk keluarga kecil hingga bungalow dan vila. Konsepnya beragam, dari tradisional hingga modern, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati Darajat Pass lebih lama.

Out Bound dan Wahana Permainan

Fasilitas out bound di Darajat Pass tergolong lengkap, dari permainan anak hingga dewasa. Mulai dari kuda tunggang, motor ATV, flying fox, hingga paint ball dan team building, semuanya dirancang untuk memacu adrenalin sekaligus mempererat kebersamaan.

Fasilitas Penunjang Lainnya

Gazebo dan saung lesehan, area family gathering, event organizer, studio foto, pusat kerajinan kulit khas Garut, fasilitas umum seperti musala, kamar bilas, toilet, ruang medis, hingga akses WiFi gratis turut melengkapi kenyamanan pengunjung.

Meski awal 2026 dibuka dengan jumlah pengunjung yang menurun, Darajat Pass tetap berdiri sebagai salah satu ikon wisata alam Garut. Di balik kabut dan cuaca yang kurang bersahabat, pesona alam serta layanan yang terus dijaga menjadi harapan agar geliat wisata kembali menghangat, sehangat air panas yang terus mengepul dari bumi Pasirwangi.***

Pos terkait