KediriNews.com – Jajanan khas Jawa Barat, cimol, kembali menjadi perhatian masyarakat di Kecamatan Kota. Pada 5 Maret 2025, warga setempat akan menggelar acara khusus yang menampilkan cimol goreng dengan bumbu bubuk yang khas. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang semakin langka.
“Kami ingin memperkenalkan kembali cimol sebagai makanan tradisional yang bisa dinikmati oleh semua kalangan,” ujar Ibu Siti, salah satu penggerak acara tersebut. “Dengan bumbu bubuk yang gurih dan tekstur bulat kopong, cimol ini akan membuat orang kembali merasakan kenikmatan jajanan khas Jawa Barat.”
Sejarah dan Perkembangan Cimol
Cimol, singkatan dari ci minyak, adalah jajanan tradisional yang terbuat dari campuran tepung kanji dan air. Awalnya, cimol digoreng dalam minyak panas hingga mengembang dan berwarna keemasan. Namun, seiring waktu, variasi cimol mulai bermunculan, seperti cimol isi ayam suwir atau keju. Di Kecamatan Kota, para penjual cimol kini mencoba menghadirkan versi klasik yang masih menggunakan bumbu bubuk, bukan bumbu saus.
“Bumbu bubuk itu lebih sederhana, tapi rasanya sangat khas,” tambah Ibu Siti. “Ini juga cara kami menjaga warisan kuliner dari generasi ke generasi.”
Tips Menggoreng Cimol Tanpa Meledak
Meski terlihat sederhana, menggoreng cimol memerlukan teknik khusus agar tidak meledak. Berikut beberapa tips yang diberikan oleh para ahli kuliner:
- Gunakan minyak dingin: Minyak yang belum dipanaskan harus dimasukkan ke dalam wajan terlebih dahulu sebelum api dinyalakan. Ini membantu cimol mengembang secara merata.
- Jangan sering diaduk: Saat cimol mulai mengembang, biarkan selama beberapa menit tanpa diaduk. Setelah itu, baru aduk secara perlahan.
- Perhatikan konsistensi adonan: Adonan yang terlalu basah dapat menyebabkan cimol meledak. Pastikan adonan tidak terlalu lembek.
“Kunci utamanya adalah kesabaran dan ketelitian,” kata Pak Dedi, seorang penjual cimol di pasar tradisional. “Jika kita terburu-buru, hasilnya bisa tidak sempurna.”
Keunikan Cimol Goreng di Kecamatan Kota
Di Kecamatan Kota, cimol goreng yang disajikan dalam acara 5 Maret 2025 memiliki ciri khas tersendiri. Selain bumbu bubuk yang khas, cimol ini juga dibuat dengan teknik penggorengan yang kuno, yaitu dengan menggunakan minyak kelapa. Hal ini memberikan rasa yang berbeda dibanding cimol biasa.
Selain itu, para pengunjung juga akan diberi kesempatan untuk ikut serta dalam proses pembuatan cimol. “Kami ingin masyarakat bisa merasakan langsung bagaimana cimol dibuat,” ujar Ibu Siti. “Ini juga menjadi cara untuk memperkenalkan teknik tradisional kepada generasi muda.”
Penutup
Acara cimol goreng di Kecamatan Kota pada 5 Maret 2025 bukan hanya sekadar ajang kuliner, tetapi juga upaya pelestarian budaya lokal. Dengan bumbu bubuk yang khas dan teknik penggorengan yang kuno, cimol kembali menjadi simbol identitas masyarakat Jawa Barat. Semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjaga warisan kuliner mereka.
