Candi Bata Merah! Struktur Tertimbun di Kecamatan Kayen Kidul pada 6 Desember 2025!

KediriNews.com – Pada 6 Desember 2025, masyarakat di Kecamatan Kayen Kidul, Jawa Timur, kembali digemparkan oleh temuan menarik terkait struktur tertimbun yang diduga merupakan situs sejarah. Salah satu yang menarik perhatian adalah dugaan adanya Candi Bata Merah yang berada di area tersebut. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang, informasi awal menunjukkan bahwa struktur ini memiliki kemiripan dengan candi-candi lain yang menggunakan batu bata merah sebagai bahan utama.

Sebelumnya, banyak peneliti dan ahli sejarah telah menemukan berbagai situs candi yang menggunakan bata merah, seperti Candi Batujaya di Karawang atau Candi Sawentar di Blitar. Namun, kali ini, keberadaan Candi Bata Merah di Kayen Kidul menjadi topik yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.

“Kami sedang mempelajari struktur tersebut. Ada beberapa tanda-tanda bahwa ini bisa jadi sebuah candi yang tertimbun tanah,” ujar Dr. Rizal, seorang arkeolog dari Universitas Negeri Malang, dalam wawancara dengan Kompas.com.

Temuan Awal dan Perkembangan

Menurut laporan sementara, struktur yang ditemukan di Kecamatan Kayen Kidul terdiri dari bangunan-bangunan yang tampaknya dibuat dari batu bata merah. Hal ini sangat menarik karena bata merah sering digunakan dalam pembangunan candi kuno di Jawa, terutama pada masa kerajaan Hindu dan Buddha.

Berdasarkan data dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, wilayah Kayen Kidul dikenal sebagai daerah yang kaya akan situs sejarah. Namun, keberadaan Candi Bata Merah ini baru saja muncul sebagai informasi terbaru.

“Kami sedang melakukan survei lebih lanjut. Jika benar, ini bisa menjadi tambahan penting dalam pemetaan situs-situs sejarah di Jawa Timur,” kata Kepala BPCB Jawa Timur, Ibu Siti.

Sejarah Candi Bata Merah

Meskipun masih dalam tahap penelitian, ada beberapa dugaan mengenai asal usul Candi Bata Merah. Diperkirakan bahwa candi ini dibangun pada abad ke-7 hingga ke-9 Masehi, yaitu pada masa Kerajaan Tarumanegara atau Galuh. Pada masa itu, penggunaan batu bata merah mulai marak dalam pembangunan candi dan struktur religius lainnya.

Beberapa ahli percaya bahwa Candi Bata Merah mungkin terkait dengan kompleks percandian yang sudah dikenal sebelumnya, seperti Candi Batujaya di Karawang. Seperti halnya Candi Batujaya, Candi Bata Merah juga bisa jadi bagian dari sistem percandian yang lebih luas, yang digunakan untuk keperluan ibadah atau sebagai pusat kekuasaan spiritual.

“Kami sedang membandingkan struktur ini dengan candi-candi lain yang menggunakan bata merah. Jika ada kesamaan, maka kemungkinan besar ini adalah bagian dari sistem percandian yang sama,” ujar Dr. Rizal.

Keunikan dan Fungsi Candi Bata Merah

Salah satu keunikan dari Candi Bata Merah adalah penggunaan bata merah yang cukup dominan. Berbeda dengan candi-candi lain yang menggunakan batu andesit atau granit, penggunaan bata merah menunjukkan teknik konstruksi yang berbeda dan mungkin berkaitan dengan kebutuhan lokal saat itu.

Fungsi dari Candi Bata Merah juga masih menjadi teka-teki. Beberapa teori menyebutkan bahwa candi ini mungkin digunakan sebagai tempat peribadatan, pusat pengajaran agama, atau bahkan sebagai tempat pendharmaan raja-raja kuno. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang dapat memastikan fungsi pastinya.

Upaya Penelitian dan Perlindungan

Dalam rangka melindungi situs yang ditemukan, pihak BPCB Jawa Timur telah mengambil langkah-langkah awal untuk menjaga keamanan lokasi tersebut. Selain itu, mereka juga sedang merencanakan survei dan ekskavasi lebih lanjut untuk memahami lebih dalam tentang struktur dan sejarah Candi Bata Merah.

“Kami akan menggandeng para ahli dari berbagai bidang, termasuk arkeologi, geologi, dan sejarah, untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan secara ilmiah dan akurat,” ujar Ibu Siti.

Kesimpulan

Temuan Candi Bata Merah di Kecamatan Kayen Kidul pada 6 Desember 2025 menunjukkan bahwa Jawa Timur masih menyimpan banyak misteri sejarah yang belum terungkap. Dengan penelitian yang lebih mendalam, kita mungkin akan menemukan lebih banyak informasi mengenai struktur ini dan hubungannya dengan candi-candi lain yang sudah dikenal.

Pemerintah dan instansi terkait harus tetap aktif dalam menjaga dan melestarikan situs-situs sejarah seperti Candi Bata Merah. Dengan demikian, generasi mendatang dapat terus belajar dan menghargai warisan budaya yang kaya ini.

Pemugaran struktur tertimbun di Kecamatan Kayen Kidul

#CandiBataMerah #KayenKidul #SejarahJawaTimur #CandiKuno #BPCBJawaTimur

Pos terkait