KediriNews.com – Di tengah dinamika perkembangan kota yang semakin modern, sebuah tempat bernama Waroeng Baroe Lama di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menjadi salah satu destinasi yang membangkitkan rasa nostalgia era 90-an. Tempat ini tidak hanya menyajikan menu tradisional, tetapi juga menghadirkan suasana masa lalu dengan dekorasi penuh barang antik dan kuno. Pada tanggal 3 Desember 2025, Waroeng Baroe Lama akan kembali menjadi pusat perhatian, karena berbagai acara khusus akan digelar untuk merayakan keunikan dan kekhasan dari tempat ini.
- Suasana Vintage yang Mengundang Rindu
Waroeng Baroe Lama menawarkan pengalaman yang langka bagi pengunjung yang ingin merasakan kembali nuansa masa lalu. Dari halaman depan hingga ke dalam warung, setiap sudut dihiasi dengan barang-barang antik seperti sepeda onthel, lampu petromax, lukisan, foto jadul, dan buku kuno terbitan percetakan Tan Khoen Swie tahun 1930-an. Suasana tenang dan sejuk semakin lengkap dengan menu tradisional seperti tahu lontong, tahu telor, pisang goreng, tempe goreng, serta minuman hangat wedang jahe, kopi tubruk, wedang jeruk, dan aneka jus segar.
“Barang-barang kuno seperti lampu petromax, lampu minyak tanah dan yang lain, yang dulu belum pernah saya alami, bisa menambah wawasan saya saat ini,” ujar Riverialdo, seorang pelajar SMA di Wates yang kerap datang bersama teman-temannya untuk belajar kelompok.
- Koleksi Benda Antik yang Menarik Perhatian
Pemilik warung, Yanuar Riyadi, menceritakan awal mula hobi mengoleksi benda antik sejak membeli meja kuno pada 2010. Koleksi tersebut diperoleh dari berburu di sekitar Kediri maupun dari pengunjung yang menawarkannya. “Barang-barang disini tidak hanya dikoleksi untuk mempercantik warung, tapi juga dijual, bila ada pengunjung yang berminat dan harga cocok,” katanya.
Menurut dia, pengunjung Waroeng Baroe Lama datang tidak hanya dari Kediri, tetapi juga dari luar kota seperti Surabaya, Malang, Jember, Jogja, hingga Jakarta, mulai dari kalangan remaja hingga orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme terhadap suasana vintage dan kebudayaan lokal masih tinggi.
- Acara Khusus pada 3 Desember 2025
Pada tanggal 3 Desember 2025, Waroeng Baroe Lama akan menggelar acara khusus yang bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh tentang keunikan dan nilai-nilai yang terkandung dalam tempat ini. Acara ini akan mencakup pameran barang antik, pertunjukan musik retro, serta diskusi tentang pentingnya menjaga budaya lokal dalam era digital.
“Kami berharap acara ini dapat menjadi ajang edukasi dan hiburan bagi masyarakat, terutama generasi muda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan budaya Indonesia,” kata Yanuar.
- Kontribusi Waroeng Baroe Lama dalam Mempertahankan Budaya Lokal
Waroeng Baroe Lama tidak hanya menjadi tempat ngopi atau makan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan budaya lokal. Dengan menghadirkan suasana tempo dulu, tempat ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk merenungkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia dan pentingnya menjaga identitas budaya.
“Saya sendiri sudah beberapa kali kesini. Selain bisa menikmati lontong telor dan teh jahe, disini saya bisa mengenang masa lalu ketika masih tinggal di Malang,” ucap Rahman, pengunjung asal Malang yang kini tinggal di Kediri.
- Masa Depan Waroeng Baroe Lama
Dalam beberapa tahun terakhir, Waroeng Baroe Lama telah menjadi ikon wisata kuliner dan budaya di Kecamatan Pesantren. Dengan acara khusus pada 3 Desember 2025, diharapkan tempat ini dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu destinasi favorit bagi mereka yang ingin merasakan nostalgia era 90-an.
“Waroeng Baroe Lama adalah contoh nyata bahwa budaya lokal bisa hidup dan berkembang, bahkan di tengah arus modernisasi,” tambah Yanuar.
