KediriNews.com — Di tengah perhatian masyarakat terhadap lingkungan, kawasan Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan dengan berbagai inisiatif penghijauan yang dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu proyek terbaru yang menarik perhatian adalah kegiatan penanaman pohon yang akan dilaksanakan pada 8 Desember 2025. Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan tutupan hijau, tetapi juga memperkuat ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Selama beberapa tahun terakhir, Kecamatan Ngasem telah menjadi pusat perhatian dalam upaya konservasi lingkungan. Berbagai organisasi seperti Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngasem Barokah, Pertamina EP Cepu Zona 12, dan IDFoS Indonesia bekerja sama untuk menjalankan program-program penghijauan yang berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru 2025, yang melibatkan penanaman ribuan pohon di area hutan dan lahan agrosilvopastura.
“Kami sangat antusias dengan proyek ini. Penanaman pohon bukan hanya sekadar kegiatan lingkungan, tapi juga investasi untuk masa depan,” ujar Rizal Zubad Firdausi, Manager Program IDFoS Indonesia, dalam wawancara dengan SuaraBanyuurip.com. Ia menambahkan bahwa penanaman pohon dilakukan dengan sistem irigasi tetes agar tanaman dapat bertahan selama musim kemarau.

Berikut adalah beberapa hal penting tentang proyek penghijauan di Kecamatan Ngasem:
- Jenis Pohon yang Ditanam
- Gayam
- Kesambi
- Matoa
- Sirsak
- Jambu Kristal
- Aren
-
Sogo
-
Target Penanaman
- Total target: 5.000 pohon selama program berlangsung
-
Tahap awal: 1.400 pohon yang ditanam di Petak 52 A1, Desa Ngasem
-
Kolaborasi Pihak Terkait
- Pertamina EP Cepu Zona 12
- IDFoS Indonesia
- LMDH Ngasem Barokah
- Perhutani
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro
- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro
-
Koperasi Produsen Ngasem Maju Sejahtera
-
Sistem Irigasi
- Penggunaan instalasi air yang sudah tersedia
-
Sistem irigasi tetes (drip irrigation) untuk memastikan keberlanjutan tanaman selama musim kemarau
-
Dampak Ekologis dan Ekonomis
- Meningkatkan tutupan hijau
- Mendukung konservasi kawasan hutan
- Memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui hasil pertanian dan perkebunan
Program ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Menurut Rizal Zubad Firdausi, “Kami berharap proyek ini bisa menjadi contoh kolaborasi yang sukses antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.”
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperingati Hari Pohon Sedunia. Tahun ini, acara penanaman pohon akan digelar di kawasan Agrosilvopastura, tepatnya di Petak 53A1, Kecamatan Ngasem. Dengan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, acara ini diharapkan bisa memberikan dampak positif jangka panjang.
Sejak 2022 hingga 2025, program agrosilvopastura yang dijalankan PEPC bersama IDFoS telah menunjukkan progres signifikan. Tutupan lahan mencapai 16 persen dari total area 7,6 hektare, dan diproyeksikan meningkat hingga 25 persen pada tahun depan seiring intensifikasi penanaman dan pemeliharaan.
Dalam rangka memperingati acara tersebut, masyarakat setempat juga akan mengadakan berbagai kegiatan pendukung seperti seminar lingkungan, pameran hasil pertanian, dan lomba menanam pohon. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Menurut data dari Dinas Lingkungan Kabupaten Bojonegoro, wilayah Ngasem memiliki potensi besar dalam menjaga kualitas udara dan ketersediaan air. Dengan adanya proyek penghijauan ini, diharapkan kawasan ini bisa menjadi contoh nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sebagai penutup, proyek penghijauan di Kecamatan Ngasem pada 8 Desember 2025 tidak hanya sekadar kegiatan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih hijau dan sejahtera.
