KediriNews.com – Warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, dibuat heboh oleh munculnya bunga bangkai yang mekar di pekarangan rumah warga. Fenomena langka ini terjadi pada 25 Desember 2025, dengan aroma menyengat yang menyebar hingga ratusan meter. Bunga yang dikenal dengan nama ilmiah Amorphophallus titanum ini memicu antusiasme dan keheranan dari masyarakat sekitar.
Seorang warga setempat, Siti Rohmah (45), mengaku awalnya tidak menyangka jika tanaman di halamannya adalah bunga bangkai. “Saya baru tahu setelah melihat bentuknya. Awalnya saya pikir itu hanya tanaman biasa, tapi ternyata bunganya sangat besar dan berbau menyengat,” ujarnya kepada wartawan.
Bau busuk yang dihasilkan bunga tersebut diketahui mirip dengan aroma bangkai hewan. Bau ini langsung menyebar ke lingkungan sekitar, membuat warga segera datang untuk melihat langsung fenomena langka ini. “Baunya sangat menyengat, bahkan sampai tercium ke jalan raya. Tapi meski bau, banyak orang penasaran ingin melihatnya,” tambah Siti.
[IMAGE: Bunga bangkai mekar di pekarangan warga Kecamatan Ringinrejo]
Keunikan Bunga Bangkai
Bunga bangkai memiliki ciri khas yang membedakannya dari tanaman lain. Bentuknya yang besar dan warna merah gelap membuatnya menyerupai bunga raksasa. Namun, keunikan utamanya adalah aromanya yang menyengat seperti bangkai. Bau ini bertujuan untuk menarik serangga seperti lalat dan kumbang yang membantu proses penyerbukan.
Menurut penelitian, bunga bangkai hanya mekar sekali dalam 7-10 tahun. Selain itu, bunga ini juga memiliki kemampuan unik untuk memanaskan diri sendiri melalui proses biokimia yang disebut termogenesis. Proses ini membantu melepaskan senyawa bau untuk menarik penyerbuk.
[IMAGE: Bunga bangkai mekar di pekarangan warga Kecamatan Ringinrejo]
Pengaruh Lingkungan dan Perawatan
Pemilik tanaman, Aneng Yunengsi (52), menjelaskan bahwa bunga bangkai ini tumbuh diduga dari bekas tanaman suweg milik keponakannya. “Dulu ponakan saya menanam suweg di sana. Suwegnya sudah mati, mungkin umbinya masih ada, jadi tumbuh bunga bangkai,” katanya.
Aneng menambahkan bahwa bunga bangkai ini hanya mengeluarkan bau kuat selama satu hari setelah mekar. “Biasanya cuma satu hari pas mekar aja baunya menyengat. Paginya udah enggak terlalu bau,” tuturnya.
Konservasi dan Penelitian
Bunga bangkai merupakan tanaman langka yang terancam punah. Di Indonesia, bunga ini bisa ditemukan di beberapa tempat seperti Kebun Raya Cibodas. Peneliti dari Kebun Raya Cibodas, Destri, menjelaskan bahwa bunga bangkai tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri karena tidak ada teman sejenis di lingkungan aslinya.
“Di habitat aslinya, bunga bangkai memiliki banyak teman yang lainnya. Sehingga saat dia mekar dan teman yang lain juga mekar, maka penyerbukan bisa terjadi secara alami dibantu oleh serangga,” jelas Destri.
Untuk menjaga keberlanjutan populasi bunga bangkai, dilakukan penyerbukan buatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pelestarian dan konservasi terhadap tanaman bunga bangkai itu sendiri serta bisa digunakan sebagai bahan penelitian.
Kesimpulan
Fenomena bunga bangkai mekar di pekarangan warga Kecamatan Ringinrejo pada 25 Desember 2025 menjadi peristiwa yang menarik perhatian masyarakat. Meskipun bau menyengatnya mengganggu, keunikan dan keindahan bunga ini berhasil menarik perhatian warga untuk melihat langsung. Bunga bangkai tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia yang perlu dilestarikan.
