Budidaya Ikan Lele Bioflok Meledak di Kecamatan Pare pada 5 Agustus 2025

KediriNews.com – Di tengah pertumbuhan ekonomi yang semakin dinamis, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok kini menjadi salah satu tren yang menarik perhatian petani dan pengusaha kecil di Kecamatan Pare. Pada tanggal 5 Agustus 2025, kegiatan penebaran benih ikan lele berjalan sukses di lahan kolam BUMDes Sungai Manasib, yang menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha perikanan di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini BUMDes Nasib Maju Bosamo melaksanakan kegiatan penebaran bibit ikan lele sebagai langkah awal pengembangan usaha budidaya ikan air tawar di Kepenghuluan Sungai Manasib,” ujar Pj Penghulu Sungai Manasib Jopi Gunawan, S.Pd saat diwawancarai.

Masa Depan Budidaya Ikan Lele

Penggunaan sistem bioflok dalam budidaya ikan lele telah terbukti memberikan efisiensi dan keuntungan yang signifikan. Teknologi ini memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan untuk mengubah limbah organik menjadi pakan alami bagi ikan. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya pakan, tetapi juga menjaga kualitas air kolam secara alami.

Menurut sumber dari situs bagi-in.com, prinsip dasar sistem bioflok adalah mengubah senyawa karbon, nitrogen, dan oksigen menjadi massa slugde berbentuk bioflok. Proses ini sangat cocok untuk budidaya ikan lele karena dapat meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.

Keunggulan Sistem Bioflok

  1. Hemat Biaya: Dengan menggunakan probiotik dan prebiotik, biaya pakan bisa diminimalkan.
  2. Lingkungan Bersih: Limbah dari ikan diolah menjadi pakan alami, sehingga air tetap bersih.
  3. Meningkatkan Produksi: Ikan lele tumbuh lebih cepat dan sehat karena mendapat nutrisi alami.
  4. Ramah Lingkungan: Tidak ada penggunaan bahan kimia berlebihan, sehingga ramah lingkungan.

Langkah Praktis dalam Budidaya Bioflok

Cara budidaya ikan lele dengan sistem bioflok cukup sederhana, namun memerlukan persiapan yang matang. Berikut beberapa langkah utama:

  1. Persiapan Kolam: Gunakan kolam terpal bulat dengan diameter sekitar 3 meter. Pastikan saluran pembuangan sudah siap.
  2. Pengisian Air: Isi air hingga ketinggian 80-100 cm. Tambahkan probiotik 5 ml/m³ setelah dua hari.
  3. Penebaran Benih: Setelah 7-10 hari, benih ikan lele bisa ditebar. Pastikan benih berkualitas dan sehat.
  4. Perawatan Berkala: Setiap 10 hari sekali, tambahkan probiotik, ragi tempe, dan dolomite untuk menjaga keseimbangan air.
  5. Pemberian Pakan: Gunakan pakan berkualitas dan sesuaikan dosisnya. Kurangi pakan jika sudah terbentuk flok.

Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Permintaan akan ikan lele terus meningkat, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Menurut data dari bagi-in.com, permintaan ikan lele di Jabodetabek mencapai 120 ton per hari. Dengan sistem bioflok, petani bisa meningkatkan omzet hingga 8 kali lipat dibandingkan cara konvensional.

Direktur BUMDes Sungai Manasib, Samriono menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan. “Semoga ikhtiar bersama ini membawa keberkahan dan menjadi salah satu sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sungai Manasib,” katanya.

Kesimpulan

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok di Kecamatan Pare pada 5 Agustus 2025 menunjukkan potensi besar dalam pengembangan usaha perikanan. Dengan manfaat yang jelas, teknologi ini layak diadopsi oleh petani dan pengusaha kecil. Selain itu, keberhasilan BUMDes Sungai Manasib menjadi contoh nyata bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

BudidayaIkanLele #Bioflok #Pare2025 #EkonomiDesa #PerikananIndonesia

Pos terkait