KediriNews.com – Di tengah cuaca yang mulai dingin, masyarakat Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, kembali menikmati kehangatan bubur kacang hijau yang manis dan gurih. Pada tanggal 15 Januari 2025, tradisi ini kembali menghadirkan sensasi rasa yang menggugah selera. Bubur kacang hijau, yang biasanya disajikan sebagai camilan atau sarapan, kini menjadi pilihan utama bagi warga setempat yang ingin merasakan hangatnya kebersamaan.
“Setiap pagi, saya selalu memesan bubur kacang hijau dari penjual keliling. Rasanya sangat enak dan hangat,” ujar Siti Aminah, salah satu warga Gurah. “Saya suka rasanya yang manis dengan santan yang kental, tapi juga bisa dinikmati tanpa santan.”
Bubur kacang hijau adalah makanan tradisional Indonesia yang populer dan sering dinikmati sebagai sarapan atau camilan. Rasanya yang manis dan gurih membuatnya menjadi favorit banyak orang. Dalam artikel Kompas.com yang tayang pada Senin (16/02/2023) oleh Silvita Agmasari, disebutkan bahwa bubur kacang hijau dapat dibuat tanpa santan, namun tetap lezat. “Bubur kacang ijo tanpa santan akan terasa lebih nikmat jika disajikan hangat-hangat. Tambahkan potongan roti tawar sebagai pelengkap agar lebih mengenyangkan,” kata Silvita.
Rasa yang Menggugah Selera
Bubur kacang hijau memiliki rasa yang unik, campuran antara manis dan gurih. Rasa manis berasal dari gula merah atau gula pasir, sementara rasa gurih berasal dari santan. Bahan-bahan seperti jahe dan daun pandan juga memberikan aroma yang segar dan menyegarkan.
Berikut adalah resep dan cara membuat bubur kacang hijau yang sempurna:
-
Persiapan Kacang Hijau:
– Cuci bersih kacang hijau, lalu rendam dalam air selama minimal 2 jam atau semalaman agar kacang hijau lebih cepat empuk saat dimasak.
– Tiriskan kacang hijau sebelum dimasak. -
Memasak Kacang Hijau:
– Rebus kacang hijau dengan 1 liter air hingga kacang hijau empuk. Proses ini memakan waktu sekitar 30-45 menit tergantung pada kekuatan api dan kualitas kacang hijau. Gunakan api sedang untuk memastikan kacang hijau matang merata.
– Jika menggunakan jahe, tambahkan saat merebus untuk memberikan aroma segar pada bubur. -
Menambahkan Gula dan Daun Pandan:
– Setelah kacang hijau empuk, masukkan daun pandan yang telah diikat simpul dan gula merah serut. Aduk rata hingga gula merah larut.
– Tambahkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rasa manis sesuai selera. Biarkan mendidih dan semua bahan tercampur dengan baik. -
Mengentalkan Santan:
– Masukkan santan kental dan garam ke dalam rebusan kacang hijau. Aduk perlahan agar santan tidak pecah.
– Masak dengan api kecil hingga bubur mendidih dan mengental, sambil terus diaduk agar tidak gosong di bagian bawah. -
Penyajian:
– Angkat bubur dari api dan biarkan sejenak hingga agak dingin.
– Sajikan bubur kacang hijau dalam mangkuk, bisa dinikmati dalam keadaan hangat ataupun dingin sesuai selera.
Variasi dan Tips Tambahan
Bubur kacang hijau bisa disajikan dengan berbagai variasi. Misalnya, menambahkan potongan pisang atau ubi jalar saat merebus kacang hijau. Selain itu, bubur ini juga enak disajikan dengan ketan hitam atau tapai ketan sebagai pelengkap.
Tips tambahan untuk membuat bubur kacang hijau yang lezat antara lain:
– Jika ingin tekstur bubur yang lebih kental, bisa menambahkan sedikit tepung maizena yang telah dilarutkan dengan air sebelum santan dimasukkan.
– Untuk variasi rasa, bisa menambahkan potongan pisang atau ubi jalar saat merebus kacang hijau.
– Bubur kacang hijau juga enak disajikan dengan ketan hitam atau tapai ketan sebagai pelengkap.
Keunikan Kuliner Kecamatan Gurah
Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khasnya masing-masing. Rasanya unik dan berbeda-beda, meski kadang jenisnya serupa. Perbedaan rasa tersebut biasanya muncul karena bahan yang digunakan berbeda. Ada yang menonjolkan rasa ketumbar, kencur, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Di Kecamatan Gurah, bubur kacang hijau memiliki ciri khas tersendiri. Warga setempat lebih memilih menggunakan santan kental untuk menciptakan rasa yang lebih gurih. Selain itu, penggunaan jahe dan daun pandan memberikan aroma yang segar dan menyegarkan.
Tradisi yang Terus Berlanjut
Bubur kacang hijau bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan budaya lokal. Di Kecamatan Gurah, makanan ini sering hadir dalam acara khusus atau momen berkumpul keluarga. Bahkan, ada beberapa penjual bubur kacang hijau yang sudah beroperasi selama bertahun-tahun.
Dengan adanya tradisi ini, masyarakat tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga menjaga warisan budaya yang kaya dan beragam. Makanan ini menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan yang sulit tergantikan.
Kesimpulan
Bubur kacang hijau adalah makanan tradisional Indonesia yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Di Kecamatan Gurah, makanan ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan tradisi yang terus berlanjut. Dengan rasa yang manis dan gurih, bubur kacang hijau mampu membangkitkan kenangan dan kehangatan yang tak terlupakan.
