BISKUIT ROMA! Kelapa Ngeteh Sore Hari di Kecamatan Pare pada 15 Juni 2025

KediriNews.com – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, tradisi ngeteh di sore hari masih menjadi kebiasaan yang lekat di hati masyarakat Indonesia. Momen ini tidak hanya sekadar menikmati secangkir teh, tetapi juga menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan ketenangan setelah seharian beraktivitas. Pada 15 Juni 2025, masyarakat Kecamatan Pare akan merayakan momen spesial dengan menggabungkan tradisi ngeteh dengan biskuit Roma dan kelapa sebagai camilan khas.

Tradisi ngeteh di Indonesia memiliki makna mendalam. Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat memiliki cara dan cita rasa tersendiri dalam menikmati teh. Mulai dari teh tubruk di Jawa, teh tarik di Sumatera hingga teh manis panas yang selalu hadir di setiap warung makan. Namun, di Kecamatan Pare, ngeteh sore hari kali ini akan berbeda karena adanya biskuit Roma dan kelapa sebagai camilan utama.

“Kami ingin memperkenalkan varian baru dari tradisi ngeteh, yaitu dengan menyajikan biskuit Roma yang digunakan sebagai camilan pelengkap,” ujar Ibu Siti, salah satu warga setempat yang terlibat dalam persiapan acara tersebut. “Kelapa juga dipilih karena merupakan hasil pertanian lokal yang sangat diminati oleh masyarakat.”

Pada tanggal 15 Juni 2025, acara ngeteh sore hari akan diselenggarakan di halaman balai desa Pare. Acara ini akan dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pemuda, dan pengunjung yang ingin merasakan sensasi ngeteh khas Pare. Selain itu, ada juga beberapa aktivitas tambahan seperti pameran seni lokal dan pertunjukan musik tradisional.

“Acara ini bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya ngeteh sambil memperkenalkan produk lokal seperti biskuit Roma dan kelapa,” tambah Bapak Arifin, ketua panitia penyelenggara acara. “Kami juga ingin memberikan kesempatan bagi para pengrajin lokal untuk memperkenalkan karyanya kepada masyarakat luas.”

Berikut adalah rangkaian acara yang akan dilaksanakan:

  1. Pembukaan acara
  2. Pukul 15.00 – 16.00 WIB
  3. Dilakukan dengan tarian tradisional dan pembacaan doa.

  4. Ngeteh sore hari

  5. Pukul 16.00 – 18.00 WIB
  6. Para peserta dapat menikmati teh, biskuit Roma, dan kelapa secara gratis.

  7. Pameran seni dan kerajinan

  8. Pukul 16.00 – 18.00 WIB
  9. Pengunjung dapat melihat karya-karya seni dan kerajinan lokal.

  10. Pertunjukan musik tradisional

  11. Pukul 17.00 – 18.00 WIB
  12. Dilakukan oleh grup musik lokal yang menghibur para peserta.

Selain itu, masyarakat juga bisa mengikuti lomba masak atau lomba membuat kue tradisional yang akan diadakan di akhir acara. Hadiahnya berupa uang tunai dan sertifikat penghargaan.

“Kami berharap acara ini bisa menjadi ajang bersosialisasi dan mempererat hubungan antar warga,” ujar Ibu Siti. “Dengan begitu, tradisi ngeteh bisa terus dilestarikan dan dikenal oleh generasi muda.”

Dengan acara ngeteh sore hari yang unik dan penuh makna ini, masyarakat Kecamatan Pare akan merayakan 15 Juni 2025 dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjaga kekayaan budaya mereka sendiri.

BiskuitRoma #NgetehSoreHari #Pare2025 #TradisiNgeteh #KecamatanPare #KelapaNgeteh #BudayaIndonesia

Pos terkait