BIOGAS KOTORAN SAPI! Warga Kecamatan Kandangan Hemat Elpiji pada 10 Desember 2025

KediriNews.com – Pada 10 Desember 2025, warga Kecamatan Kandangan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melakukan inovasi luar biasa dalam penghematan energi. Mereka berhasil mengganti penggunaan elpiji dengan biogas hasil olahan kotoran sapi. Inisiatif ini tidak hanya menjadi solusi ekonomis, tetapi juga menjawab tantangan keberlanjutan energi yang semakin mendesak.

Biogas dari kotoran sapi adalah salah satu bentuk energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar memasak. Prosesnya melibatkan fermentasi anaerobik, di mana mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen mengubah limbah organik menjadi gas metana. Gas ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk memasak. “Dengan biogas, kami bisa menghemat hingga 70 persen pengeluaran untuk elpiji,” kata Pak Rudi, salah seorang petani di Kecamatan Kandangan.

Proses Pengolahan Biogas dari Kotoran Sapi

Pengolahan biogas dari kotoran sapi melibatkan beberapa tahapan. Pertama, kotoran sapi dikumpulkan dan dicampur dengan air dalam tangki pencerna (digester). Di dalam tangki tersebut, terjadi proses fermentasi anaerobik yang menghasilkan gas metana. Gas ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghilangkan kotoran dan senyawa lain yang tidak diinginkan. Setelah bersih, gas metana siap digunakan sebagai bahan bakar.

Beberapa desa di Kecamatan Kandangan telah menerapkan sistem biogas skala rumah tangga. Sistem ini umumnya menggunakan tangki pencerna sederhana yang dapat dibangun dengan biaya relatif murah. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengandalkan impor elpiji yang sering kali mahal dan tidak stabil harganya.

Manfaat Penggunaan Biogas

Penggunaan biogas dari kotoran sapi memberikan manfaat yang sangat signifikan. Pertama, biogas merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Karena berasal dari limbah organik, penggunaannya tidak menyebabkan emisi karbon yang tinggi seperti bahan bakar fosil.

Kedua, biogas membantu mengurangi polusi lingkungan. Kotoran sapi yang biasanya dibiarkan menumpuk dapat menjadi sumber bau dan penyakit. Dengan diolah menjadi biogas, limbah tersebut tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru menjadi sumber energi yang berguna.

Selain itu, biogas juga memberikan kemandirian energi bagi masyarakat. Dengan memiliki sistem biogas sendiri, warga tidak lagi bergantung pada pasokan elpiji yang sering kali terbatas atau mahal. Hal ini sangat penting dalam menghadapi krisis energi global.

Inisiatif dan Dukungan Komunitas

Inisiatif penggunaan biogas di Kecamatan Kandangan tidak dilakukan secara mandiri. Ada dukungan dari pemerintah setempat dan organisasi non-pemerintah (NGO) yang peduli terhadap keberlanjutan energi. Beberapa program pelatihan dan pendampingan telah diselenggarakan agar masyarakat dapat memahami cara membuat dan merawat sistem biogas.

“Kami percaya bahwa biogas adalah masa depan energi kita. Bukan hanya hemat, tapi juga ramah lingkungan,” ujar Ibu Sri, salah satu anggota kelompok tani di Kandangan. Dukungan ini juga didukung oleh kebijakan nasional yang mendorong penggunaan energi terbarukan, seperti Peraturan Menteri ESDM No. 36 Tahun 2022 tentang Pengembangan Energi Terbarukan.

Tantangan dan Solusi

Meskipun biogas menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah teknologi dan pengetahuan masyarakat. Tidak semua warga memiliki pemahaman yang cukup tentang cara membuat dan mengoperasikan sistem biogas. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pelatihan dan edukasi yang berkelanjutan.

Selain itu, biaya awal pembangunan sistem biogas juga bisa menjadi hambatan. Meskipun biayanya relatif murah dibandingkan investasi energi fosil, bagi masyarakat kecil, biaya ini masih terasa berat. Oleh karena itu, diperlukan subsidi atau insentif dari pemerintah agar lebih banyak masyarakat yang bisa mengakses teknologi ini.

Kesimpulan

Penggunaan biogas dari kotoran sapi di Kecamatan Kandangan adalah contoh nyata dari inovasi energi yang berkelanjutan. Dengan mengubah limbah menjadi sumber energi, warga tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menjaga lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa solusi energi masa depan bisa berasal dari sumber-sumber lokal yang sering kali diabaikan.

Di tengah tantangan harga elpiji yang fluktuatif dan ketergantungan pada impor, biogas menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, potensi biogas di Indonesia bisa berkembang pesat, memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang besar.

BIOGAS #Elpiji #EnergiTerbarukan #Kandangan #Kediri

Pos terkait