Begal Payudara di Jalan Sepi Kecamatan Ngadiluwih, Siswi SMA Jadi Korban pada 12 Mei 2025

KediriNews.com – Aksi tidak terduga yang menimpa seorang siswi SMA di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Kejadian ini terjadi di jalan sepi Desa Doko, tepatnya pada hari Selasa (12 Mei 2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku diketahui bernama Soni Agus Triyan Saputro, warga Dusun Sawahan, Desa Purwokerto, yang akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian setempat.

Kejadian bermula ketika korban, seorang perempuan berusia 14 tahun, sedang mengendarai sepeda angin usai pulang dari sekolah. Di tengah jalan, ia berpapasan dengan pelaku yang mengendarai motor Honda Beat AG 4014 AAH. Saat itu, kondisi jalan dalam keadaan sepi dan suasana terasa tenang. Namun, hal tersebut justru menjadi kesempatan bagi Soni untuk melakukan aksinya.

“Pelaku berpapasan dengan korban sebelum melakukan aksinya,” ujar Kapolsek Ngasem Iptu Hidayat Saroso. “Kesempatan itulah yang membuat Soni akhirnya memutar balik motornya dan membuntuti DAJ. Ketika berada sejajar dengan korban, Soni langsung meremas payudara kanan DAJ. Bahkan, korban sampai terjatuh dan terseret.”

Korban yang terkejut akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngasem. Dengan bantuan saksi mata dan informasi dari korban, polisi berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku dan nomor plat kendaraannya. Setelah proses penyelidikan, Soni akhirnya ditangkap dan mendekam di sel tahanan.

Menurut keterangan dari Kapolsek Ngasem, Soni dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pasal yang dikenakan adalah Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E Jo Pasal 80 Jo Pasal 76 C UU RI No. 17 Tahun 2016. Ancaman hukuman yang bisa diterima pelaku cukup berat, yaitu hingga 15 tahun penjara.

Fenomena Begal Payudara yang Meningkat

Peristiwa ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Di berbagai wilayah Indonesia, kasus begal payudara semakin marak, terutama di tempat-tempat sepi atau saat korban sedang berjalan sendirian. Menurut laporan dari beberapa media nasional, seperti Metaranews.co dan BeritaHits.id, kasus serupa telah terjadi di Medan, Jakarta, dan daerah lainnya.

Dalam salah satu rekaman video yang viral, terdapat adegan seorang perempuan berhijab yang dilecehkan oleh pria tak dikenal. Pelaku pura-pura bertanya alamat kepada korban, lalu secara tiba-tiba meremas bagian tubuhnya. Kejadian ini terjadi di Jalan T Amir Hamzah, Kota Medan, dan sempat memicu reaksi keras dari warganet.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Untuk menghindari kejadian serupa, para ahli dan pihak kepolisian menyarankan agar masyarakat lebih waspada, terutama saat berada di tempat sepi atau saat malam hari. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Selalu menjaga keamanan diri: Jangan berjalan sendirian di jalan sepi, terutama saat malam hari.
  2. Gunakan jalur yang ramai: Pilih jalan yang ramai dan terang untuk mengurangi risiko kejahatan.
  3. Laporkan kejadian segera: Jika ada kecurigaan atau tindakan tidak wajar, segera laporkan ke pihak berwajib.
  4. Tingkatkan kesadaran lingkungan: Warga sekitar harus saling mengingatkan dan membantu jika melihat tindakan mencurigakan.

Komentar dari Masyarakat

Reaksi masyarakat terhadap kejadian ini sangat beragam. Banyak yang menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan pelaku dan menuntut hukuman yang lebih berat. Seorang netizen berkomentar, “Patahkan tangannya saja biar kapok dia gak mikir ibunya juga perempuan yang punya payudara dan tanpa payudara dia gak bisa hidup di dunia ini dasar orang nggak punya otak.”

Sementara itu, banyak pihak juga menyoroti pentingnya pendidikan seksual dan kesadaran akan hak asasi manusia. “Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga tentang perlindungan terhadap anak-anak dan perempuan,” ujar seorang aktivis perempuan di Kediri.

Penutup

Peristiwa begal payudara yang menimpa siswi SMA di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, menjadi peringatan bahwa kejahatan seksual masih marak di berbagai daerah. Meski sudah ada regulasi yang melindungi korban, namun implementasinya masih perlu diperkuat. Dengan kesadaran bersama dan kerja sama antara masyarakat, pihak kepolisian, serta lembaga perlindungan anak, diharapkan kejadian serupa bisa diminimalisir dan korban lebih mudah mendapatkan perlindungan.

BegalPayudara #KorbanSMA #Ngadiluwih #PerlindunganAnak #KejahatanSeksual

Pos terkait