KediriNews.com – Perayaan karnaval di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang berlangsung pada 30 November 2025, kembali menjadi sorotan setelah suara sound system Horeg menyebabkan kaca rumah warga pecah. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap dampak negatif penggunaan alat pengeras suara yang tidak terkendali.
Dalam laporan yang diterima dari beberapa sumber lokal, warga sekitar mengeluh karena getaran suara dari sound system yang digunakan dalam karnaval tersebut sangat keras. Beberapa rumah di sekitar lokasi acara bahkan mengalami kerusakan akibat tekanan suara yang terlalu tinggi. Seorang warga, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa kaca jendela rumahnya bergetar dan hampir pecah saat acara berlangsung.
“Suara itu seperti ada ledakan di dekat rumah kami. Kami tidak bisa tidur karena gangguan suara yang terus-menerus,” ujarnya.
Banyak warga menilai bahwa penggunaan sound system Horeg dalam acara karnaval tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka meminta pihak berwenang untuk lebih ketat dalam mengatur penggunaan alat tersebut agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di berbagai daerah lain di Jawa Timur. Contohnya, pada Juli 2025, sebuah video viral menunjukkan seorang ibu yang memohon agar suara sound system dihentikan karena kaca rumahnya hampir pecah. Narasi dalam video itu juga menyindir klaim sebagian pemilik sound horeg yang menyebut warga justru senang jika kaca rumah mereka pecah karena getaran dentuman musik.
Pihak kepolisian dan pemerintah setempat telah menanggapi isu ini dengan menyarankan adanya regulasi yang lebih tegas terhadap penggunaan sound system Horeg. Beberapa wilayah seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang sudah melarang penggunaan alat tersebut selama perayaan tertentu.
-
Tingkat Kekerasan Suara yang Tidak Terkendali
Penggunaan sound system Horeg biasanya dilengkapi dengan speaker berukuran besar yang mampu menghasilkan suara dengan intensitas tinggi. Hal ini dapat menyebabkan gangguan bagi penduduk sekitar, termasuk masalah kesehatan seperti gangguan pendengaran dan stres. -
Dampak Fisik pada Bangunan
Selain mengganggu kenyamanan warga, suara yang terlalu keras juga dapat merusak struktur bangunan. Dalam beberapa kasus, kaca jendela dan genteng rumah terlihat rusak akibat getaran suara dari sound system Horeg. -
Keresahan Masyarakat
Banyak warga mengeluh tentang gangguan yang dialami selama acara karnaval. Mereka merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan diri sendiri serta keluarga.
Selain itu, kasus keracunan miras oplosan yang menimpa tiga anggota keluarga di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, juga menjadi perhatian. Mereka diduga mengonsumsi minuman keras saat menyaksikan pertunjukan sound system dalam rangkaian karnaval budaya. Dua korban meninggal dunia, sementara satu korban masih menjalani perawatan intensif.
Kejadian ini menunjukkan bahwa penggunaan sound system Horeg tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk segera melakukan tindakan preventif.
Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
– Membuat regulasi yang jelas tentang batas intensitas suara.
– Melakukan penertiban dan pengawasan terhadap penggunaan sound system Horeg.
– Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang risiko penggunaan alat tersebut.
Dengan adanya kebijakan yang lebih ketat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan masyarakat dapat merasa aman serta nyaman dalam mengikuti berbagai acara yang menggunakan sound system Horeg.
