KediriNews.com – Pada hari Sabtu, 20 Juli 2025, sejumlah warga dan pengunjung yang melintasi pinggir jalan di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, dikejutkan oleh pemandangan yang tidak biasa. Sejumlah petani mangga memajang buah mangga podang dalam jumlah besar di tepi jalan raya. Buah berwarna kuning kecokelatan dengan sedikit bintik merah ini menarik perhatian banyak orang, terutama karena harganya yang sangat murah dibandingkan pasar umum.
“Buahnya segar, rasanya manis dan sedikit asam. Harganya hanya Rp10.000 per kilogram,” ujar Ibu Siti, salah satu pembeli yang datang dari luar daerah. Menurutnya, harga ini sangat menguntungkan bagi konsumen yang ingin mencicipi mangga khas Kediri tanpa harus membayar mahal.
Mangga Podang: Keunikan dan Potensi Ekonomi
Mangga podang adalah varietas mangga yang khas dari Kabupaten Kediri. Dikenal dengan rasa manis dan sedikit asam, buah ini memiliki aroma yang menggugah selera. Kulitnya berwarna kuning kecokelatan dengan bintik merah di bagian pangkal. Selain itu, mangga podang juga dikenal tidak menyebabkan tenggorokan sakit meskipun dimakan dalam jumlah banyak.
Menurut data dari situs resmi Kabupaten Kediri, mangga podang merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan daerah ini. Sentra produksi utamanya terletak di lima kecamatan yang mengelilingi Gunung Wilis, yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Kecamatan Banyakan menjadi sentra utama dengan jumlah pohon sekitar 15 ribu pohon, yang masing-masing menghasilkan antara 20-40 kg per musim.
Pengembangan Olahan Mangga Podang
Selain dijual dalam bentuk segar, mangga podang juga dikembangkan menjadi olahan seperti manisan, minuman, dan produk lainnya. Pengembangan ini dilakukan oleh kelompok tani setempat untuk meningkatkan nilai ekonomi dan daya tahan buah. Manisan mangga podang misalnya, bisa bertahan lebih lama dan mudah dibawa ke luar daerah.
“Kami juga sudah mulai melakukan ekspor ke negara tetangga. Ini memberi peluang baru bagi para petani,” kata Ketua Kelompok Tani Mangga Podang, Bapak Arif. Ia menambahkan bahwa olahan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Keberlanjutan dan Peran Pemerintah
Untuk menjaga keberlanjutan produksi mangga podang, pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya, termasuk pelatihan teknis budidaya dan pemasaran. Selain itu, beberapa program pendampingan kepada petani juga dilakukan agar hasil panen dapat optimal dan berkualitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan akan mangga podang meningkat, baik dari pasar lokal maupun ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi dari buah ini sangat besar. Namun, perlu adanya koordinasi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha agar industri ini bisa berkembang secara berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang
Meski mangga podang memiliki daya tarik tinggi, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para petani. Salah satunya adalah fluktuasi harga pasar akibat cuaca dan persaingan dengan mangga jenis lain. Namun, dengan strategi pemasaran yang tepat dan peningkatan kualitas, peluang untuk memperluas pasar masih sangat besar.
Banyak kalangan menilai bahwa kehadiran mangga podang di pinggir jalan Kecamatan Banyakan pada 20 Juli 2025 bukan hanya sekadar fenomena pasar, tetapi juga simbol kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung produk lokal. Dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik, mangga podang layak menjadi salah satu andalan pertanian Kediri.
#ManggaPodang #Kediri #EkonomiLokal #PertanianIndonesia #BuahSegar
