Apa Itu Istilah Untuk Jenis Buah Yang Bisa Matang Setelah Dipetik?

Buah-buahan adalah bagian penting dari pola makan sehat yang kaya akan nutrisi. Namun, tidak semua buah bisa matang sepenuhnya di pohon. Ada jenis buah tertentu yang masih bisa matang setelah dipetik dari pohonnya. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam memilih dan menyimpan buah agar mendapatkan rasa dan tekstur yang optimal.

Buah yang masih bisa matang setelah dipetik termasuk dalam kategori buah klimaterik. Berdasarkan penjelasan dalam buku Ilmu Bahan Makanan (2020), buah klimaterik memiliki karakteristik kenaikan laju respirasi yang tinggi sebelum proses pematangan. Proses ini dipengaruhi oleh senyawa etilen, yaitu gas hidrokarbon tak jenuh yang terbentuk secara alami pada suhu ruang. Etilen mempercepat proses pematangan buah, sehingga buah klimaterik sering kali dipanen sebelum matang sempurna agar dapat bertahan lebih lama selama pengiriman.

Beberapa contoh buah klimaterik yang umum dikenal antara lain:

  1. Pisang

    Pisang adalah contoh paling terkenal dari buah klimaterik. Buah ini tetap bisa matang setelah dipetik. Saat memilih pisang, perhatikan warna kulitnya. Pisang mentah biasanya berwarna hijau kekuningan, sementara pisang matang memiliki kulit kuning dengan bintik cokelat. Pisang yang sudah matang bisa disimpan di kulkas untuk memperlambat proses pematangan.

  2. Alpukat

    Alpukat juga termasuk buah klimaterik. Berbeda dengan buah lainnya, alpukat tidak matang di pohon. Jadi, saat memilih alpukat, kamu tidak boleh menekan seluruh permukaannya. Menurut petani bernama Suzie Delroy, cara terbaik untuk mengetahui kematangan alpukat adalah dengan memperhatikan warna kulitnya. Kulit alpukat yang matang biasanya berubah dari hijau menjadi hitam keunguan. Selain itu, tekan bagian atas alpukat dengan lembut. Jika agak lembut, berarti sudah matang.

Alpukat yang sedang matang di meja dapur

  1. Apel

    Meskipun apel tidak terlalu populer sebagai buah klimaterik dibandingkan pisang atau alpukat, beberapa varietas apel seperti Honeycrisp dan Granny Smith tetap bisa matang setelah dipetik. Kunci dalam memilih apel adalah memperhatikan tekstur kulitnya. Apel yang matang biasanya lebih lunak dan memiliki aroma yang kuat.

  2. Mangga

    Mangga juga termasuk buah klimaterik. Saat dipetik, mangga masih bisa matang di luar pohon. Untuk mengetahui kematangannya, perhatikan warna kulit dan aromanya. Mangga matang biasanya berwarna kuning atau merah, serta memiliki aroma yang wangi.

  3. Pepaya

    Pepaya adalah buah klimaterik yang sangat mudah dikenali. Saat dipetik, pepaya masih bisa matang di luar pohon. Untuk memilih pepaya yang matang, lihatlah warna kulitnya. Pepaya yang matang biasanya berwarna kuning kecokelatan dan memiliki tekstur yang lembut.

Proses pematangan buah klimaterik bisa dipercepat dengan cara tertentu. Misalnya, dengan menempatkan buah dalam kantong kertas bersama buah lain yang mengeluarkan etilen, seperti pisang. Gas etilen yang dilepaskan oleh buah tersebut akan mempercepat pematangan buah klimaterik.

Dalam penyimpanan, buah klimaterik yang sudah matang sebaiknya disimpan di kulkas untuk memperlambat proses pematangan. Namun, jika ingin mematangkan buah klimaterik di rumah, cukup letakkan di meja dapur selama 1-3 hari. Dengan demikian, kamu bisa menikmati buah yang matang sempurna tanpa harus menunggu lama.

Memahami istilah “buah klimaterik” membantu kita dalam memilih dan menyimpan buah dengan lebih tepat. Dengan mengetahui karakteristik buah klimaterik, kita bisa memaksimalkan manfaat dan rasa dari buah-buahan yang kita konsumsi.

Pos terkait