Ant International perluas pembayaran AI, dukung 2 miliar transaksi

Ant International menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem pembayaran digital lintas negara.

Sepanjang 2025, perusahaan ini mengklaim telah mendukung lebih dari 2 miliar transaksi digital lintas negara bagi merchant di pasar berkembang, termasuk Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Langkah ini memperlihatkan arah yang jelas, yaitu pembayaran lintas batas tidak lagi sekadar fitur tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama bagi bisnis-terutama di wilayah yang ekonominya tumbuh cepat, namun infrastrukturnya masih terfragmentasi.

Skala Bisnis: 150 Juta Merchant, Mayoritas UKM

Ant International menyebut saat ini melayani lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia, dengan sekitar 90% merupakan usaha kecil dan menengah (UKM).

Fokus ini penting karena UKM biasanya paling membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap pembayaran digital, pembiayaan, dan layanan perbankan lintas negara.

Di sisi konsumen, jaringan Alipay+ diklaim menghubungkan lebih dari 1,8 miliar akun pengguna dari 40 mitra pembayaran internasional dengan merchant di lebih dari 100 pasar.

Artinya, merchant dapat menjangkau pengguna lintas negara tanpa membangun integrasi pembayaran yang rumit satu per satu.

AI Jadi Mesin Efisiensi

Ant International menempatkan AI sebagai fondasi untuk mempercepat efisiensi operasional dan memperluas skala layanan.

Presiden Ant International, Douglas Feagin, menilai AI dan teknologi baru yang tepercaya, relevan, dan bisa diskalakan mampu membuka peluang pertumbuhan baru, baik bagi bisnis besar maupun UKM.

 

Salah satu contoh yang diangkat adalah model AI Falcon Time-Series Transformer (TST), yang disebut membantu AirAsia meningkatkan manajemen risiko valuta asing (FX) dan menurunkan biaya lindung nilai hingga 40%.

Di sisi merchant, Ant International menonjolkan Antom Copilot, agen pembayaran berbasis AI yang diklaim memangkas waktu integrasi pembayaran hingga 95%.

Mereka juga menghadirkan Antom Payment Orchestration (APO) yang menawarkan integrasi end-to-end dengan smart routing untuk meningkatkan tingkat keberhasilan transaksi.

SHIELD dan Fokus pada Perlindungan

Skala transaksi besar selalu dibarengi risiko fraud dan kebocoran keamanan. Karena itu, Ant International menekankan penguatan sistem manajemen risiko.

Model 3-in-1 SHIELD diklaim menggabungkan tiga jenis data-graf, sekuensial, dan tabel-untuk melindungi mitra serta operasional bisnis.

Sistem ini disebut mampu mendeteksi transaksi berisiko tinggi dengan akurasi hingga 95%, sekaligus meningkatkan tingkat keberhasilan pembayaran hingga 13,5%.

Interoperabilitas QR, NFC, dan Transfer Real-Time

Ant International menilai interoperabilitas lintas negara akan menjadi pendorong penting bagi perdagangan dan pariwisata.

Alipay+ disebut telah berkolaborasi dengan 11 jaringan QR nasional secara global.

Selain itu, melalui kemitraan dengan Mastercard, mitra Alipay+ seperti AlipayHK, GCash, dan Kakao Pay kini dapat memanfaatkan tap-to-pay berbasis NFC di merchant yang menerima Mastercard.

 

Dalam infrastruktur transfer dana, Ant International menyebut platform teknologinya memproses lebih dari US$600 miliar melalui blockchain, beroperasi 24 jam, dan menyelesaikan lebih dari 95% transaksi pada hari yang sama.

Asia Tenggara Jadi Panggung Utama Fintech Inklusif

Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah yang paling disorot. Ant International menyebut terus mendukung platform besar seperti DANA (Indonesia), GCash (Filipina), TrueMoney (Thailand), dan TNG Digital (Malaysia).

Pada 2025, tiga aplikasi regional juga mulai mengembangkan super-app berbasis AI dengan dukungan platform GenAI Cockpit, sementara Alipay+ Voyager diluncurkan di enam aplikasi di Asia.

Dari sisi interoperabilitas, pengeluaran wisatawan disebut meningkat 2,7 kali di Singapura dan 2 kali di Malaysia melalui SGQR dan DuitNow QR.

Di Malaysia, wisatawan disebut dapat bertransaksi di lebih dari 360.000 UKM menggunakan e-wallet atau aplikasi perbankan dari negara asal.

Pada sektor niaga, 2C2P (di bawah Antom) mencatat pertumbuhan volume transaksi 38% YoY di Asia Tenggara.

Sementara WorldFirst di Malaysia dan Thailand disebut tumbuh hampir 40% dalam nilai transaksi pada 2025, seiring makin banyak UKM yang menembus e-commerce global.

Strategi Ant International menunjukkan satu fokus besar,m yaitu membangun jalur pembayaran lintas negara yang lebih mudah, cepat, dan aman, sambil memperkuat efisiensi lewat AI.

Bagi UKM, dampaknya bisa terasa langsung-mulai dari integrasi pembayaran yang lebih cepat, akses ke lebih banyak metode pembayaran, hingga peluang ekspansi lintas negara yang lebih realistis.

Namun, semakin luas jaringan transaksi, semakin tinggi tuntutan tata kelola. Keamanan, kepatuhan lintas yurisdiksi, perlindungan data, dan transparansi model risiko akan menjadi faktor penentu kepercayaan publik dan regulator.

(*)

Pos terkait