Ada SPPG yang berhenti operasional di hari pertama MBG 2026, begini respons kepala BGN

Ringkasan Berita:

  • Ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum atau bahkan tiba-tiba berhenti beroperasi pada hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.
  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindaya buka suara.
  • Pihaknya memastikan pendanaan operasional dapur MBG sudah ditransfer ke rekening masing-masing SPPG.

 

,JAKARTA— Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindaya buka suara soal adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum atau bahkan tiba-tiba berhenti beroperasi pada hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.

Ia tidak mengetahui rinci mengapa ada SPPG yang belum beroperasi hari ini Kamis (8/1/2026).

Namun, pihaknya memastikan pendanaan operasional dapur MBG sudah ditransfer ke rekening masing-masing SPPG.

“Saya tidak tahu kalau itu kenapa, yang jelas hari ini kami sudah sampaikan agar SPPG yang sudah operasional bisa memulai,” kata dia ditemui di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

 

Ia menjelaskan, BGN telah menyalurkan dana operasional kepada SPPG.

Dana tersebut dikirim sejak malam sebelumnya dengan batas waktu paling lambat telah masuk ke rekening masing-masing SPPG pada hari ini.

“Uang untuk operasionalnya sudah kami kirim 12 hari ke depan. Jadi setiap SPPG  masuk uang rata-rata 500 juta untuk operasional selama 12 hari,” jelas dia.

Dana itu masuk ke virtual account masing-masing SPPG.

Ke depan, pihaknya ingin pendanaan dapur MBG tidak lagi menggunakan sistem reimburse yang berpotensi menghambat program MBG ke depan.

“Dan itu uang dari BGN yang sudah masuk ke dalam virtual account. Jadi tidak ada lagi mekanisme reimburse,” jelas Prof Dadan.

Kepala BGN ini menyebut, akan mengecek detail alasan SPPG yang belum beroperasi tersebut.

“Apakah ada kesulitan di dalam hal teknis dan lain-lain, detailnya kami cek,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pengumuman yang diterima melalui aplikasi WhatsApp, operasional SPPG di Kota Tangerang Selatan yang semula dijadwalkan mulai Kamis (8/1/2026) terpaksa ditunda.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa operasional belum dapat dilaksanakan karena dana operasional dari pusat belum diterima.

“Kami menyampaikan informasi terkait pelaksanaan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kota Tangerang Selatan yang semula akan dimulai pada hari Kamis, 8 Januari 2026.

Sehubungan dengan pencairan dana dari pusat yang hingga saat ini belum turun, maka operasional belum dapat dilaksanakan sementara waktu,” demikian bunyi awal pengumuman yang beredar di beberapa sekolah di Tangsel. 

Disebutkan jika operasional SPPG akan kembali dilaksanakan apabila dana sudah diterima. 

“Operasional akan kembali dilaksanakan apabila dana sudah diterima.”

Penghentian sementara operasional SPPG juga terjadi di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. 

Pihak SPPG Mangkujayan menyatakan dapur MBG berhenti beroperasi sementara mulai 8 Januari 2026 dengan alasan pertimbangan teknis dan operasional.

“SPPG Mangkujayan Ponorogo dinyatakan berhenti beroperasi sementara terhitung mulai tanggal 8 Januari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan,” tulis pengelola dalam pengumuman resminya.

Pihak SPPG menyebutkan tengah melakukan evaluasi dan perbaikan guna meningkatkan kualitas layanan, serta akan menyampaikan informasi lanjutan apabila operasional kembali dibuka.

Operasional Pertama MBG di Tahun 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 akan dimulai serentak pada 8 Januari 2026 mendatang. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang pun memberikan imbauan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

SPPG unit dapur atau pelayanan yang dibentuk untuk menjalankan program MBG dengan menyediakan makanan sehat dan bergizi seimbang bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita, serta menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan generasi penerus dan pemberdayaan ekonomi lokal. 

 

Pihaknya berharap, penyelenggaraan MBG di tahun 2026 bisa berjalan tertib, aman, dan sesuai standar keamanan pangan.“Targetnya semua berjalan lancar operasional aman dan keamanan pangan juga,” kata dia saat dihubungi , Senin (29/12/2025).

Pihaknya menerangkan, pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung hingga 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas yaitu ibu hamil, menyusui dan balita.

Menjelang pelaksanaan serentak pada 8 Januari 2026, SPPG pada 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 diwajibkan melakukan persiapan yang mencakup kesiapan dapur, distribusi, SDM, serta penguatan standar keamanan pangan.

Pos terkait