Ringkasan Berita:
- Caca atau Ersandrina Devega pevoli asal Solo yang pamitan dari tim Jakarta Electric PLN di Proliga 2026 untuk menempuh pendidikan perwira
- Caca yang dibesarkan tim Vita Solo, merupakan penggawa Timnas Voli Putri Indonesia berstatus anggota aktif TNI AU
- Caca menjadi bagian dari Timnas Voli Indonesia saat meraih medali perunggu di SEA Games 2025 Thailand
– Caca, atau memiliki nama asli Ersandrina Devega Salsabila, menjadi buah bibir di kalangan volimania Indonesia setelah berpamitan ke tim Jakarta Electric PLN.
Baru pekan pertama Proliga 2026 bergulir di Pontinak, Kalimantan Barat, dan minggu ini 15-18 Januari melangsungkan laga di Medan, Sumatera Utara, tim Jakarta Electric PLN sudah kehilangan amunisi pilarnya.
Ersandrina Devega Salsabila, atau akrab disapa Caca, absen dari Proliga 2026, setidaknya hingga babak reguler rampung.
Keputusan Caca meninggalkan Electric PLN yang baru mengawali musim Proliga 2026, tak lepas dari tanggung jawabnya sebagai anggota aktif TNI AU.
Dalam pidato perpisahannya dengan pemain dan staf kepelatihan Jakarta Electric PLN, pevoli berusia 26 tahun ini akan menempuh sekolah kedinasan perwira.
Selain itu, Caca juga memperoleh kenaikan pangkat sebagai hadiah karena membantu Merah Putih meraih prestasi di pesta olahraga multievent dua tahunan kawasan Asia Tenggara atau SEA Games.
Untuk diketahui, Caca merupakan bagian dari Timnas Voli Putri Indonesia yang berlaga di SEA Games 2025. Dia tergabung dalam skuad srikandi voli Indonesia besutan Marcos Sugiyama yang meraih medali perunggu di Thailand pada Desember lalu.
“Kakak-kakak semuanya hari ini aku izin mau berangkat sekolah perwira,” buka Ersandrina Devega dalam pamitannya dengan skuad Jakarta Electric PLN sembari berkaca-kaca, diunggah dalam media sosial Instagram klub, Minggu (11/1).
“Aku minta maaf kalau selanjutnya belum bisa bantu main, semoga tetep semangat, dan aku minta doanya,” sambung pevoli yang dibesarkan oleh PBV Vita Solo ini.
Sosok Singkat Caca
Caca merupakan pevoli Timnas Indonesia asal Solo kelahiran 16 Desember 1992.
Lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang atlet bola voli, Caca memutuskan untuk mengikuti jejak sang ibu.
Dalam pengakuan Caca di podcast Si Jago Voli yang tayang Agustus 2025, sang ibu, yakni Maryati, juga merupakan mantan pevoli profesional yang pernah berkarier di Proliga.
“Sebenarnya orang tua juga atlet voli. Dulu juga atlet Proliga juga,” buka Caca menceritakan.
“Jadi dari kecil juga sudah diajarin voli dan passing, dan baru masuk klubnya itu SD.”
Menariknya, sebelum memutuskan untuk berkarier di olahraga bola voli, Caca pernah mencoba badminton.
“Jadi ditawarin sama ibu, mau tetap di badminton atau bola voli.”
“Klub pertama langsung Vita Solo, soalnya asli Solo,”tegas Caca di mana dia menjadi bagian tim Kota Bengawan sejak 2010 hingga 2020.
Dirangkum dari laman volleybox, Caca besar di akademi Vita Solo, klub voli asal Surakarta yang banyak menelurkan penggawa timnas seperti Aji Maulana.
Beberapa tim Proliga juga pernah diperkuatnya seperti Petrokimia, Pertamina, dan Bandung BJB Tandamata.
Akan tetapi status Caca saat ini bukan lagi sebagai pemain Vita Solo. Dengan statusnya sebagai anggota TNI AU, tim induk Caca ialah PBV TNI AU yang juga berkompetisi di Livoli Divisi Utama.
Pernah Dilatih Joko Widodo
Selama di Vita Solo, Caca memiliki satu pelatih yang dianggapnya sangat berjasa dalam kariernya sebagai pevoli profesional.
Dia adalah Joko Widodo, atau akrab disapa mas Pendek.
“Ada sih (yang berjasa-red), itu pelatihku waktu awal masih SD. Namanya Joko Widodo, bukan presiden, dia panggilannya mas Pendek,” kenang Caca sembari tersenyum.
Joko Widodo, dalam ingatan Caca, merupakan pelatih yang tegas dan disiplin. Anak asuhnya yang telat langsung dihukum untuk berlari ketika terlambat datang ke latihan.
Masuk TNI AU
Pevoli yang berposisi sebagai outside hitter ini kemudian menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi anggota TNI AU.
“Jadi di 2014 aku ikut Livoli Divisi 1 di Banyuwangi. Lalu setelah itu gabung ke tim Pertamina di Proliga.”
“Kalau masuk TNI AU memang langsung mereka yang menghubungi. Tetapi itu baru masuk tahun 2021,” tegasnya menambahkan.
“Jadi sebelum masuk TNI AU dan gabung di tim PBV, sudah di Proliga dulu kayak Pertamina, terus kedua Petro, lalu di 2020 di Pertamina.”
Uniknya, Ersandrina Devega tidak pernah memiliki cita-cita menjadi pevoli, melainkan sebagai polisi.
“Kalau cita-cita jadi pemain voli, enggak, penginnya jadi polisi malah.”
“Kenapa masuk tentara? pengin aja, mungkin rezekinya di situ,” pungkas pevoli yang juga bisa menjadi opposite pelapis Megawati Hangestri Pertiwi.
(/Giri)





