Ringkasan Berita:
- Isu grooming kembali hangat menjadi usai artis Aurelie Moeremans terang-terangan mengaku jadi buku.
- Kisah kelam Aurelie Moeremans ini mengupas perjalanan paling gelap hidupnya.
- Kenali ciri-ciri Child Grooming.
, JAKARTA— Isu grooming kembali hangat menjadi perbincangan pasca artis Aurelie Moeremans merilis buku memoar tentang perjalanan paling gelap hidupnya.
Buku bertajuk Broken Strings ini mengisahkan kisah pahit Aurelie yang menjadi korban child grooming pada usia 15 tahun oleh seorang pria.
Buku tersebut dapat diakses gratis di akun media sosial instagram milik artis kelahiran Belgia ini.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie, dikutip Minggu (11/1/2026).
“Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” lanjutnya.
Child Grooming adalah proses manipulasi seksual orang dewasa terhadap calon korban usia anak.
Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), child grooming bukan sekadar kasus bujuk rayuan biasa melainkan upaya seseorang membangun hubungan saling percaya dengan anak-anak dengan tujuan untuk melecehkan korban.
Korban seringkali tidak sadar telah menjadi korban grooming karena dilakukan secara halus, perlahan, dan sering kali dilakukan orang yang dikenal korban misalnya keluarga, teman dekat, tetangga hingga orang asing di media sosial.
Di dunia maya, pelaku sering kali menyamar menjadi teman sebaya yang mendekati korban dengan memberikan perhatian berlebih, hadiah, rayuan hingga korban percaya.
Dengan perlakuan-perlakuan tersebut, anak menganggap bahwa pelaku adalah sosok istimewa karena dapat mengerti dan memahaminya.
Setelah anak merasa nyaman, pelaku mulai menunjukkan perilaku seksual.
Ciri-ciri dan Tanda Child Grooming
Berikut ciri-ciri child grooming yang harus diketahui orang tua:
1. Anak sering diberi hadiah
2. Sering mencari kesempatan untuk berduaan dengan anak
3. Memaparkan anak dengan aktivitas dan materi seksual
4. Sering menunjukkan bantuan pada anak
5. Melancarkan kontak fisik pada anak yang tidak pantas (memeluk, membelai, menggelitik atau mengelus)
Child grooming juga bisa terjadi lewat media sosial.
Berikut tanda anak mengalami child grooming di media sosial yang harus diwaspadai:
1. Anak sering berkomunikasi secara rahasia dengan seseorang (terutama lewat media sosial).
2. Anak tiba-tiba menerima hadiah tanpa penjelasan jelas.
3. Anak menjadi tertutup, emosional, atau cemas secara tiba-tiba.
4. Anak merahasiakan isi pesan atau percakapan daring.
Pencegahan
Untuk mencegah child grooming lakukan hal-hal ini:
1. Bangun komunikasi terbuka
Ajari anak bicara jujur tentang perasaannya tanpa takut dimarahi
2. Awasi aktivitas offline dan online
Pantau media sosial, game online dan pergaulan anak
3. Ajarkan batasan tubuh
Didik anak tentang hak atas tubuhnya dan bagaimana berkata TIDAK
4. Ajari anak melapor
5. Beri tahu anak untuk segera cerita jika ada orang yang membuatnya tidak nyaman
Jika ada tanda yang mengarah praktik child grooming segera laporkan kepada SAPA 129 Kemen PPPA melalui hotline 129 atau Whatsapp 08-111-129-129.
Belum Sembuh dari Luka
Aurelie mengaku dalam menuliskan buku ini, ia belum pulih sepenuhnya.
Ia mengatakan, menulis adalah proses penyembuhannya.
Menulis adalah cara jujur pada diri sendiri, mencari bantuan yang tepat, dan berhenti memaksakan diri untuk selalu terlihat baik-baik saja.
Buku ini tidak ditujukan untuk menyerang siapa pun atau memicu konflik.
“Seluruh cerita merupakan pengalaman pribadi yang disampaikan tanpa ujaran kebencian. Nama dan identitas tokoh telah disamarkan, dan pembaca diharapkan fokus pada makna serta pesan pemulihan, bukan menebak sosok di balik cerita,” kata Aurelie.
Melalui *Broken Strings*, ia ingin berbagi pengalaman dan memberi ruang aman bagi siapa pun yang sedang berjuang pulih untuk mengakui luka dan penyembuhan lewat kejujuran pada diri sendiri.
Profil Aurelie Moeremans
Dilansir dari Tribun Sele, Aurelie Moeremans memiliki nama lengkap Aurélie Alida Marie Moeremans.
Aurelie Moeremans lahir pada 8 Agustus 1993.
Aurelie Moeremans mengawali karirnya dari ajang pemilihan model di Bandung.
Aurelie Moeremans merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Jean-Marc Moeremans dan Sri Sunarti.
Artis kelahiran Brussel, Belgia, ini memiliki seorang adik yang bernama Jeremie Moeremans. Sebelum menetap di Indonesia, Aurelie bersama dengan keluarganya tinggal di Belgia.
Setelah Aurelie merasa mantap untuk menekuni kariernya di dunia hiburan Tanah Air, akhirnya ia memutuskan untuk tinggal di Indonesia. Aurelie memulai kariernya sejak usia 14 tahun.
Pada usianya yang ke-18 tahun, Aurelie menikah dengan sesama pemain sinetron, yaitu Roby Tremonti.
Melalui akun Facebooknya pada 28 Desember 2013, Aurelie mengaku menikah karena dipaksa.
Bahkan pernikahan Aurelie dan Roby tak tercatat secara negara hingga tak dihadiri oleh orang tuanya. Selain itu, Aurelie juga mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri.
Aurelie mengaku dirinya sempat ditampar, dijambak, hingga diludahi oleh sang mantan suami. Akhirnya, pada tahun 2014, keduanya bercerai.
Kemudian Aurelie dikabarkan dekat dengan penyanyi Marcello Tahitoe (Ello), namun hubungan keduanya kandas setelah Ello keluar dari penjara.
Di awal tahun 2020, Aurelie dikabarkan dekat dengan personel band pengiringnya, yaitu Dixie Gagah Pradana.
Hingga akhirnya resmi menikah dengan kekasihnya, Tyler Bigenho.





