Daftar konglomerat RI pemilik bank dan nilai kekayaan 2026, duo Hartono kembali pimpin

, JAKARTA – Sejumlah konglomerat pemilik bank menempati jajaran orang terkaya di Indonesia berdasarkan Forbes The Real-Time Billionaires List terbaru.

Nama seperti R. Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA), kembali menempatkan diri di jajaran orang terkaya di Tanah Air dengan total kekayaan masing-masing mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS), menegaskan peran sektor perbankan sebagai salah satu pendorong kekayaan pribadi terbesar di Indonesia.

Selain Hartono bersaudara, nama-nama seperti Dato Sri Tahir, Chairul Tanjung, Mochtar Riady, Hary Tanoesoedibjo, dan Eddy Kusnadi Sariaatmadja juga masuk dalam daftar ini.

Berikut deretan konglomerat perbankan Indonesia beserta total harta kekayaan menurut data Forbes Real Time Billionaires:

Hartono Bersaudara

Hartono bersaudara menempati posisi pertama dalam daftar konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia. Forbes melaporkan Robert Budi Hartono memiliki kekayaan bersih mencapai US$21,5 miliar atau setara Rp361,93 triliun (kurs JISDOR per 9 Januari 2026 Rp16.834,00), menempatkannya sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia.

Michael Hartono, saudaranya, berada tepat di posisi selanjutnya dengan total kekayaan bersih mencapai US$20,6 miliar atau setara Rp346,78 triliun hingga Januari 2026.

Untuk diketahui, Hartono bersaudara melalui PT Dwimuria Investama Andalan yang merupakan Pemegang Saham Pengendali PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Melansir laman resmi BCA, per 31 Desember 2024, PT Dwimuria Investama Andalan menggenggam 67,72 miliar saham atau setara 54,94% saham BBCA.

Dato Sri Tahir

Tepat di bawah Hartono bersaudara, bertengger nama Tahir dan keluarga dengan total kekayaan bersih mencapai US$10,7 miliar atau setara Rp180,12 triliun. Dengan total kekayaan tersebut, Dato Sri Tahir berada di urutan ke-2 dalam daftar ini dan menempati posisi ke-5 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Dato Sri Tahir merupakan pemilik PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA). Dia berbagi kepemilikan kepemilikan struktur pengendali saham Bank Mayapada dengan perusahaan asal Taiwan, yaitu Cathay Insurance.

Melansir laman resmi Bank Mayapada, Dato Sri Tahir menguasai 19,34% saham MAYA, sedangkan anaknya Jonathan Tahir menggenggam 5,76% saham Bank Mayapada.

Chairul Tanjung

Forbes melaporkan harta kekayaan bersih Chairul Tanjung meningkat US$14,5 juta atau 0,33% menjadi US$4,48 miliar atau setara Rp75,42 triliun. Dengan total kekayaan yang mencapai Rp75,42 triliun, CT berada di posisi ke-3 sebagai konglomerat pemilik bank terkaya di RI.

Melalui PT Mega Corpora, CT menguasai sejumlah bank di Tanah Air yakni PT Bank Mega Tbk. (MEGA), PT Bank Mega Syariah, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI).

CT melalui Mega Corpora juga tercatat menguasai sejumlah saham bank daerah seperti PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo sebesar 24,82% saham dan 26,00% saham di PT BPD Sulawesi Tengah.

Mochtar Riady

Di urutan ke-4, bertengger nama Mochtar Riady dan keluarga. Forbes melaporkan total harta kekayaan bersih keluarga ini mencapai US$3,3 miliar atau setara Rp55,55 triliun.

Untuk diketahui, keluarga Mochtar Riady memiliki bank bernama PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) yang merupakan bagian dari Lippo Group. Melalui PT Putera Mulia Indonesia, keluarga Riady diketahui memiliki 23,97% saham Bank Nobu, sebelum akhirnya dilepas sebesar 19,46% kepada Hanwha Life. Saat ini, PT Putera Mulia Indonesia diketahui menggenggam 336.745.124 saham atau setara 4,50%.

Hary Tanoesoedibjo

Posisi selanjutnya ada Hary Tanoesoedibjo dengan total kekayaan bersih mencapai US$1,5 miliar atau setara Rp25,25 triliun, menjadikan pemilik MNC Group sebagai orang terkaya ke-5 dalam daftar ini.

Melansir situs resmi perusahaan, PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) yang merupakan bagian dari MNC Group, lahir usai grup tersebut mengakuisisi PT. Bank ICB Bumiputera Tbk.

Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Nama salah satu pendiri Emtek dan juga pemilik PT Super Bank Indonesia (Superbank) ini berada di urutan ke-6 dalam daftar ini. Forbes melaporkan, total kekayaan Eddy Kusnadi Sariaatmadja per Januari 2026 mencapai US$1,2 miliar atau setara Rp20,20 triliun.

Superbank yang awalnya merupakan Bank Farma kemudian beralih kepada Grup Emtek yang diwakili oleh PT Elang Media Visitama dan PT Nusantara Berkat Agung.

Dilanjutkan dengan bergabungnya Grab melalui A5-DB Holdings Pte Ltd dan Singtel melalui Singtel Alpha Investment Pte Ltd sebagai pemilik saham untuk mendukung transformasi Bank Fama menjadi bank dengan layanan berbasis digital. Melalui anak usahanya, PT Elang Media Visitama (EMV), Eddy Kusnadi menggenggam 27,60% saham Superbank per 2025.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *