Ringkasan Berita:
- Anne Ratna Mustika membantah isu meninggalkan anak bungsunya, Ni Hyang, usai berpisah dengan Dedi Mulyadi.
- Anne menegaskan Ni Hyang sempat bersamanya di Jakarta sebelum dijemput langsung oleh Dedi pada 28 November 2025.
- Ia menjelaskan hak asuh Ni Hyang merupakan hak asuh bersama sesuai putusan Pengadilan Agama.
- Selama 14 bulan bercerai, Anne sudah empat kali bertemu putrinya dan menolak narasi fitnah
, JAKARTA– Anne Ratna Mustika buka suara terkait beredarnya informasi bahwa dirinya meninggalkan anak bungsunya bersama Dedi Mulyadi, Hyang Sukma Ayu Mulyadi alisa Ni Hyang.
Anne Ratna membantah bahwa dirinya telah meninggalkan Ni Hyang sejak perpisahannya dengan Dedi Mulyadi.
Anne Ratna Mustika resmi bercerai dengan Dedi Mulyadi setelah putusan Pengadilan Agama Purwakarta dibacakan pada 22 Februari 2023.
Gugatan cerai diajukan Anne pada 19 September 2022, dan prosesnya berujung pada perceraian yang diresmikan oleh hakim pada 22 Februari 2023
“Teman -teman banyak narasi yang tidak benar contohnya seperti akun gambar di atas, jelas tidak pernah saya meninggalkan neng Hyang,” tulis Anne Ratna dikutip Warta Kota dari Instagram pribadinya, Minggu (11/1/2026)
Anne menginformasikan bahwa pada November lalu Ni Hyang bersamanya di Jakarta, sebelum dijemput oleh Dedi Mulyadi.
“Neng Hyang dijemput di kediaman saya dan suami di jakarta tanggal 28 november 2025 sekitar pukul 4 sore dan yang datang menjemput adalah ayahnya sendiri bersama temannya yaitu bu nina herlina bersama pak Aep walpri (polisi),” jelasnya
Anne menegaskan bahwa dalam proses mediasi saat perceraian, dirinya bersama Dedi Mulyadi sepakat untuk mengasuh Ni Hyang bersama.
“Kalau hari ini neng hyang bersama ayahnya gak ada yang salah karena hasil keputusan pengadilan agama bahwa hak asuh neng hyang adalah Hak Asuh Bersama sesuai kesepakatan kami waktu sidang mediasi,” katanya
Selama 14 bulan sejak bercerai, Anne pun sudah beberapa kali bertemu dengan putri bungsunya itu
“Alhamdulillah saya sudah pernah bertemu sebanyak 4 kali tentu se ijin ayahnya walaupun saya berharap saya bisa diijinkan sesering mungkin untuk bisa bertemu. Jadi tolong jangan lagi ada narasi fitnah hanya untuk kepentingan viewers akun anda,” ungkapnya
Yudhistira tak datang ke nikahan sang kakak
Beberapa waktu lalu, Anne Ratna Mustika juga buka suara terkait beredarnya informasi bahwa dirinya dan sang anak hasil hubungannya dengan Dedi Mulyadi, Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip tak hadir dalam acara pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina
Anne Ratna buka suara lantaran di luaran muncul beragam fitnah yang menyudutkan anaknya bersama Dedi Mulyadi, Yudhistira
“Teman-teman selama ini saya selalu diam ketika banyak fitnah kepada kami di media sosial yang sengaja di buat. Seperti info tentang perceraian dengan suami saya, itu adalah FITNAH, alhamdulillah rumah tangga saya baik-baik saja. Dan banyak lagi fitnah yang lainnya,” tulis Anne Ratna di media sosial Instagram, dikutip Warta Kota, Rabu (23/7/2025)
“Terbaru adalah info de tira (yudiastira) tidak datang ke pernikahan A ula itu karena kami khususnya de tira tidak di undang atau tidak ada pemberitahuan apa pun,” imbuhnya
Yudhistira diketahui ikut bersama Anne Ratna setelah perceraian Anne dan Dedi Mulyadi
Anne Ratna menyebut, dirinya selalu mendorong Yudhistira untuk tetap dekat dengan sang ayah
“Waktu ayahnya di lantik saya yang menyuruh de tira datang ke Lembur Pakuan Subang walaupun di Subang de tira tidak sempat bertemu dengan ayahnya tapi dia sudah datang untuk menyampaikan selamat,” katanya
Anne Ratna pun meminta agar warganet tidak membuat spekulasi yang menjurus ke fitnah
“Jadi saya mohon kepada Akun TONASI untuk berhenti menyebarkan FITNAH tentang kami. Ingat walaupun di dunia anda selamat tentu akan di pertanggungjawabkan kelak di akherat,” tandasnya
Alasan Anne Ratna gugat cerai
Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi karena rumah tangga mereka dinilai sudah tidak harmonis dan sulit dipertahankan.
Dalam berbagai pernyataannya, Anne menyebut adanya permasalahan komunikasi yang berkepanjangan, perbedaan prinsip hidup, serta ketidaksepahaman dalam menjalani peran sebagai suami istri. Hubungan mereka disebut sering diwarnai konflik yang tidak kunjung menemukan titik temu.
Selain itu, Anne juga mengungkap adanya masalah psikologis dan emosional yang ia rasakan selama pernikahan. Ia menilai tidak lagi mendapatkan ketenangan batin dan kenyamanan sebagai istri.
Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga membuatnya merasa pernikahan tidak lagi berjalan sehat.
Anne akhirnya memilih jalur hukum dengan menggugat cerai ke Pengadilan Agama Purwakarta sebagai bentuk ikhtiar terakhir. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan masa depan dirinya dan anak-anak, dengan harapan perceraian menjadi jalan terbaik bagi semua pihak





