JEMBER, – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, resmi mengintegrasikan dua destinasi wisata ikonik, Pantai Papuma dan Watu Ulo jadi satu tiket sejak Jumat (2/1/2026).
Dengan tarif Rp 12.500, wisatawan bisa mengeksplorasi kedua pantai selatan Kabupaten Jember tersebut.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, hal tersebut sebagai langkah strategis membangkitkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Ia ingin Jember seperti Kabupaten Banyuwangi yang bertumbuh lewat bidang pariwisata.
Integrasi wisata itu, tambah dia, sekaligus menjadi kado istimewa bagi masyarakat pada Hari Jadi ke-97 Kabupaten Jember setelah perjuangan panjang selama 25 hingga 30 tahun.
“Ini bukan sekadar pariwisata, tetapi simbol keberhasilan diplomasi tertinggi Pemerintah Kabupaten Jember dalam meyakinkan pemerintah pusat,” ucap Fawait dalam paripurna istimewa peringatan hari jadi Jember, Sabtu (3/1/2026).
Sebelumnya, pengelolaan Pantai Papuma berada di bawah Perhutani, sementara Watu Ulo dikelola oleh Pemkab Jember, sehingga membutuhkan upaya lobi dan kolaborasi lintas lembaga untuk menyatukannya.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama Bupati, Wakil Bupati, DPRD, OPD, dan seluruh elemen daerah yang didukung penuh pemerintah pusat, baik eksekutif maupun legislatif,” kata Fawait.
Menurutnya, momentum dukungan pemerintah pusat ini merupakan kesempatan emas yang belum tentu terulang dalam 10 tahun ke depan.
“Kami mengajak seluruh unsur eksekutif dan legislatif untuk memanfaatkan peluang besar ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Ia mencontohkan keberhasilan Kabupaten Banyuwangi yang mampu bangkit secara luar biasa dengan menjadikan pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau Jember hari ini mampu memanfaatkan momentum ini, saya yakin 5 sampai 10 tahun ke depan Jember akan kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pendidikan di kawasan Tapal Kuda dan ujung timur Pulau Jawa,” papar Fawait.
Ada layanan shuttle gratis
Sebagai wujud nyata integrasi tersebut, Pemkab Jember resmi memberlakukan tiket satu pintu Pantai Papuma dan Watu Ulo mulai 2 Januari 2026 dengan tarif Rp 12.500.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Jember Bobby Arie Sandy menyatakan, kebijakan ini merupakan realisasi nota kesepahaman antara Bupati Jember dan Direktur Utama Perum Perhutani.
“Ini kado spesial Hari Jadi ke-97 Pemkab Jember untuk masyarakat, sekaligus upaya meningkatkan daya tarik wisata dan kenyamanan pengunjung,” kata Bobby saat meninjau lokasi.
Ia menambahkan, sistem tiket terintegrasi ini sudah menggunakan pembayaran daring untuk meminimalkan kebocoran pendapatan dan memantau jumlah kunjungan secara real time.
“Hingga pukul 13.00 WIB di hari pertama, tercatat sekitar 2.400 wisatawan telah masuk ke kawasan Papuma–Watu Ulo,” sebutnya.
Pemkab Jember juga menyiapkan pengembangan infrastruktur wisata pada 2026, mulai dari loket otomatis, palang pintu elektrik, hingga layanan shuttle gratis bagi wisatawan bus besar.
Lebih lanjut, Bobby menegaskan bahwa integrasi ini diarahkan untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pelibatan UMKM dan jasa transportasi wisata.
“Target utama kami adalah menurunkan angka kemiskinan lewat sektor pariwisata agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan,” kata Bobby.
Ia memastikan kebijakan tiket terintegrasi ini diproyeksikan berlaku jangka panjang dengan evaluasi berkala melalui perpanjangan kerja sama.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, Pemkab Jember menggandeng Muspika, TNI, Polri, Satpol PP, dan BPBD selama masa transisi, terutama di tengah tingginya arus libur tahun baru.





