Ringkasan Berita:
- Seorang pemuda berusia 19 tahun tewas akibat pengeroyokan menjelang pergantian Tahun Baru di Makassar.
- Insiden bermula dari teguran korban terkait petasan yang mengarah ke tempat usaha kekasihnya.
- Korban meninggal dunia akibat luka tusukan senjata tajam meski sempat dilarikan ke rumah sakit.
Perayaan malam pergantian tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berubah menjadi tragedi berdarah.
Seorang pemuda berinisial MFS (19) meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan brutal di Jalan Kerung Kerung, Kecamatan Makassar, pada Rabu (31/12/2025) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.52 Wita, atau hanya beberapa menit menjelang masuknya tahun 2026.
Ironisnya, lokasi kejadian diketahui hanya berjarak sekitar 160 meter dari Mapolsek Makassar.
Korban yang merupakan warga Panciro, Kabupaten Gowa, mengalami luka serius akibat tusukan senjata tajam.
Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat MFS datang mengunjungi kekasihnya, DPD (18), yang tengah berjualan di depan sebuah toko es krim.
Saat itu, suasana sekitar lokasi dipenuhi aktivitas perayaan malam Tahun Baru, termasuk permainan petasan dan kembang api oleh sekelompok pemuda.
Situasi mulai memanas ketika salah satu petasan meluncur ke arah lapak jualan DPD.
Merasa terganggu dan khawatir akan keselamatan, MFS kemudian mendatangi kelompok pemuda tersebut dengan maksud menegur.
Namun, upaya tersebut justru berujung fatal. Teguran yang disampaikan korban memicu emosi para pelaku, yang kemudian menyerang secara bersama-sama.
Dalam aksi pengeroyokan tersebut, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban di bagian punggung serta kepala.
MFS mengalami luka parah dan segera dilarikan ke RS Primaya di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Sayangnya, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka tusukan yang dideritanya.
Satreskrim Polrestabes Makassar bergerak cepat menangani kasus ini setelah mengambil alih penanganan dari Polsek Makassar.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap tiga terduga pelaku.
“Kami telah mengamankan tiga orang, yakni MRA (15), R (20), dan P (18). Satu di antaranya masih di bawah umur (MRA),” ujar Devi, Kamis (1/1/2026).
Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta motif pasti pengeroyokan tersebut.
Namun, beredar informasi jika terjadi “perang petasan” sebelum pengeroyokan.
Terkait hal tersebut, polisi menyebut kabar itu masih simpang siur.
“Yang jelas, kejadian ini berlangsung saat perayaan malam Tahun Baru,” tambahnya mengatakan.
Secara terpisah, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan rasa prihatin dan penyesalannya.
Ia menyesalkan masih adanya masyarakat yang tidak mengindahkan larangan penggunaan petasan dan kembang api.
“Mereka yang melanggar imbauan ini seolah tidak memiliki empati kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang saat ini sedang berduka akibat bencana,” kata Arya.
Arya menjelaskan bahwa pemerintah dan Polri telah mengeluarkan larangan demi menjaga persatuan dan keamanan.
Meski telah melakukan upaya preemtif dan patroli di titik rawan, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas karena adanya potensi gangguan keamanan.
“Malam tadi, kami mengamankan lebih dari 10 orang yang membawa senjata tajam dan petasan.
Di wilayah Panakkukang, dua orang bahkan melempar busur panah ke arah anggota saat akan membubarkan tawuran,” ungkap alumnus Akpol 1998 tersebut.
Polisi kini terus memburu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com





