KediriNews.com – Baru-baru ini, sebuah fenomena yang mengejutkan masyarakat terjadi di Kecamatan Kras, Jawa Timur. Seorang dukun yang dikenal dengan praktik pengobatan “cabut paku” viral setelah terekam dalam video yang beredar di media sosial pada 10 Desember 2025. Video tersebut menunjukkan bagaimana sang dukun mengeluarkan benda asing dari tubuh pasien, seperti paku atau logam lainnya, seolah-olah itu adalah proses pengobatan tradisional yang efektif. Namun, banyak yang mempertanyakan keabsahan metode ini.
Dalam dunia medis modern, istilah “pengobatan telur” atau “cabut paku” sering kali digunakan untuk menggambarkan praktik pengobatan alternatif yang tidak didukung oleh bukti ilmiah. Banyak dari praktik ini dianggap sebagai bentuk manipulasi atau bahkan penipuan. Hal ini juga pernah diungkap oleh antropolog asal Jerman, Franz Boaz, yang melakukan penyamaran sebagai dukun di Vancouver, Kanada, pada awal abad ke-20. Ia menemukan bahwa banyak praktik pengobatan dukun ternyata hanya tipuan yang direncanakan secara rapi.
- Asal Usul Praktik Pengobatan Dukun
Praktik pengobatan yang dilakukan oleh dukun sering kali berakar pada kepercayaan masyarakat akan magis dan mistis. Dalam beberapa kasus, para dukun menggunakan teknik-teknik yang tampak luar biasa, seperti mengeluarkan benda asing dari tubuh pasien, untuk memperkuat keyakinan mereka. Namun, penelitian oleh Franz Boaz menunjukkan bahwa banyak dari praktik ini sebenarnya adalah trik atau manipulasi.
- Mekanisme yang Digunakan
Dari hasil penelitian Boaz, diketahui bahwa para dukun sering menyembunyikan benda-benda seperti paku atau logam di mulut mereka sebelum bertemu pasien. Saat sesi pengobatan berlangsung, mereka akan mengeluarkannya sambil membuat efek dramatis, seperti mengigit lidah atau melukai gusi agar terlihat seperti darah keluar. Ini menciptakan ilusi bahwa benda asing benar-benar berasal dari dalam tubuh pasien.
Selain itu, ada juga teknik pemijatan dan gerakan khusus yang digunakan untuk memperkuat kesan bahwa proses pengobatan sedang berlangsung. Dengan kombinasi ini, banyak orang percaya bahwa dukun memiliki kemampuan supernatural.
- Peran Kepercayaan dalam Praktik Dukun
Menurut Claude Levi-Strauss, dalam bukunya Mitologi, Dukun dan Sihir (1949), keberhasilan praktik dukun sangat bergantung pada tiga unsur utama: kepercayaan dari dukun sendiri, kepercayaan dari korban, dan dukungan dari masyarakat sekitar. Tanpa ketiga faktor ini, praktik sihir atau pengobatan magis tidak akan berhasil.
“Jika satu saja dari tiga unsur ini hilang, maka sihir tidak akan berjalan,” ujar Levi-Strauss. Dalam konteks ini, banyak masyarakat yang percaya pada kekuatan dukun karena pengaruh lingkungan atau pengalaman pribadi yang sebelumnya menimbulkan rasa takut atau ketergantungan.
- Pengaruh Budaya dan Tradisi
Di Indonesia, praktik pengobatan tradisional masih sangat kuat dipengaruhi oleh budaya lokal. Banyak masyarakat lebih memilih pengobatan alami atau spiritual ketimbang pengobatan medis modern. Hal ini bisa menjadi peluang bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjual ilusi sebagai obat.
Meskipun demikian, penting untuk tetap waspada terhadap praktik yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harus memahami bahwa tidak semua pengobatan tradisional aman atau efektif. Pemerintah dan lembaga kesehatan juga perlu memberikan edukasi tentang risiko penggunaan pengobatan alternatif yang tidak terbukti secara ilmiah.
- Tindakan yang Harus Dilakukan
Untuk menghindari penipuan dan manipulasi, masyarakat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Jika merasa tertarik pada pengobatan tradisional, pastikan bahwa praktik tersebut dilakukan oleh ahli yang kompeten dan terdaftar.
Selain itu, pemerintah juga perlu memperketat regulasi terhadap praktik pengobatan alternatif yang tidak teruji. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah tertipu dan dapat mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan bermutu.
#DukunCabutPaku #PengobatanTradisional #ViralDiKras #PraktikPengobatan #KesehatanAlternatif






