Kabar buruk datang dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pemerintah setempat resmi menutup seluruh pasar hewan di wilayahnya sebagai langkah pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kian mengkhawatirkan. Penutupan ini berlaku mulai Senin (13/1/2025) hingga 28 Januari 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Tutik Purwaningsih menjelaskan bahwa penutupan pasar hewan merupakan bagian dari upaya mengendalikan penyebaran virus PMK yang semakin meningkat. “Kami tidak ingin ada kasus baru yang muncul di pasar hewan dan menyebar ke seluruh wilayah,” ujarnya.
Menurut data terbaru, hingga Sabtu (11/1/2025), jumlah kasus PMK di Kabupaten Kediri mencapai 675 dengan total kematian sebanyak 25 ekor sapi. Kasus terbanyak tercatat di dua kecamatan, yaitu Tarokan dan Kecamatan Banyakan. “Ini sangat mengkhawatirkan. Kami memilih untuk menutup pasar hewan sebagai langkah preventif,” tambah Tutik.

Penutupan pasar hewan ini juga diikuti dengan sterilisasi dan pemantauan ketat oleh petugas. Papan pengumuman akan dipasang di palang pintu masuk kawasan pasar sebagai informasi bagi para penjual maupun pengunjung. “Seluruh pasar di Kabupaten Kediri menjadi tanggung jawab tata kelola ada di pengelola masing-masing. Kami tetap melakukan pemantauan secara berkala,” jelas Tutik.
Namun, penutupan pasar hewan ini mendapat respons beragam dari para peternak dan pedagang. Beberapa di antaranya menyatakan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi yang bisa terjadi. “Kami khawatir bisnis kami akan terganggu. Tapi kami paham, ini demi keselamatan ternak,” ujar salah satu pedagang.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri juga mengimbau kepada peternak untuk lebih waspada dan menjaga kebersihan kandang. “Peternak diharapkan lebih introspektif. Jika harga rendah, mereka bisa menahan penjualan. Kalau ternak sakit, fokuskan dulu pada pengobatan,” tambah Tutik.
Selain itu, lalu lintas jual beli sapi di perbatasan tidak diperketat karena hampir semua wilayah di Jawa Timur sudah endemis PMK. “Tidak ada chekpoin di titik-titik perbatasan, tapi tetap kami minta teman-teman di lapangan untuk tetap melaporkan, mewaspadai dan juga menyampaikan ke peternak untuk terus waspada,” pungkas Tutik.
Penutupan pasar hewan ini diambil setelah adanya desakan dari peternak dan pedagang yang khawatir penularan PMK dari luar daerah akan berdampak pada ternak mereka. Dengan penutupan ini, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran PMK dan melindungi peternak serta ternak di Kabupaten Kediri.





