KediriNews.com – Tak Disangka! Kediri Ternyata Punya Pabrik Rokok Terbesar di Dunia, Ini Sejarah Singkatnya

Kediri, sebuah kota kecil di Jawa Timur, ternyata menyimpan misteri yang tak terduga. Kota ini menjadi tempat berdirinya salah satu pabrik rokok terbesar di dunia. Meski tidak dikenal sebagai pusat industri besar, Kediri memiliki peran penting dalam sejarah industri rokok Indonesia, terutama melalui perusahaan Gudang Garam.

Sejarah pabrik rokok di Kediri

Sejarah Pabrik Rokok di Kediri

Perusahaan rokok Gudang Garam didirikan oleh Tjoa Ing-Hwie (kemudian dikenal sebagai Surya Wonowidjojo) pada tahun 1956. Awalnya, perusahaan ini hanya memproduksi rokok kretek tangan dengan merek Inghwie. Namun, seiring waktu, perusahaan berkembang pesat dan berganti nama menjadi Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam pada tahun 1958.

Pada tahun 1966, Gudang Garam menjadi produsen sigaret kretek tangan (SKT) terbesar di Indonesia. Dengan ribuan karyawan dan kapasitas produksi 50 juta batang SKT per bulan, perusahaan ini mulai menancapkan dirinya sebagai pemain utama dalam industri rokok nasional.

Pengembangan dan Pertumbuhan

Pada dekade 1970-an, Gudang Garam mulai memproduksi sigaret kretek mesin (SKM). Meskipun awalnya fokus pada produksi manual, perusahaan ini akhirnya mendatangkan mesin pembuat rokok pada tahun 1979. Hal ini meningkatkan kapasitas produksi dari 9 miliar batang/tahun menjadi 17 miliar batang/tahun.

Selama dekade 1980-an, Gudang Garam telah memiliki sejumlah pabrik dengan total luas mencapai 240 hektar dan dapat memproduksi rokok sebanyak 1 juta batang/hari. Omzet perusahaan ini mencapai US$ 7 juta dan berhasil menguasai 38% pangsa pasar. Dengan cukai yang disetor ke negara mencapai Rp 1 miliar per tahun, perusahaan ini pun menjadi produsen kretek terbesar di Indonesia.

Sejarah perusahaan rokok Gudang Garam

Peran dalam Ekonomi Daerah

Industri hasil tembakau, termasuk pabrik rokok seperti Gudang Garam, berperan penting dalam perekonomian Jawa Timur. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), IHT di Jawa Timur hingga akhir tahun 2024 berjumlah 1.352 unit industri. Jumlah tersebut terdiri dari Industri Besar yang mencapai 53 unit, Industri Menengah sebanyak 18 unit, dan Industri Kecil sebanyak 1.281 unit.

Penyerapan tenaga kerja di sektor off farm mencapai 90 ribu tenaga produksi/pabrik, sedangkan di sektor on farm melibatkan sekitar 387.000 petani dan buruh tani tembakau dan cengkih di seluruh sentra-sentra produksi tembakau di Jawa Timur.

Tantangan dan Masa Depan

Meski memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, industri rokok juga menghadapi tantangan, terutama terkait regulasi dan kesadaran kesehatan. Namun, pemerintah dan pelaku industri terus berupaya untuk meningkatkan daya saing produk serta memastikan keberlanjutan industri ini.

Gudang Garam, sebagai salah satu pabrik rokok terbesar di dunia, tetap menjadi bagian dari sejarah industri rokok Indonesia. Dengan perjalanan panjang dari usaha kecil hingga menjadi perusahaan besar, perusahaan ini membuktikan bahwa Kediri memiliki potensi yang luar biasa dalam dunia industri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *