Pada 17 Desember 2025, Mas Dhito secara langsung mengintruksikan jajarannya untuk segera melakukan perbaikan pada bangunan sekolah yang sudah bertahun-tahun rusak. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Kediri.
Sekolah yang menjadi fokus utama adalah SD Negeri Setono Pande, yang terletak di belakang Pasar Setono Betek. Sebanyak enam ruang kelas telah dikosongkan karena kondisi atap yang rawan ambrol, terlebih saat musim hujan. Siswa-siswi kini dialihkan ke ruang-ruang kosong yang sebelumnya digunakan oleh SD Negeri Setono Pande 2 dan 3 sebelum proses merger tahun 2016.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang juga hadir dalam peninjauan tersebut, menyatakan bahwa perbaikan sekolah ini akan menjadi prioritas utama. “Ini akan menjadi catatan kami untuk segera dilakukan perbaikan. Yang jelas ini menjadi prioritas karena hampir seluruh kelas kondisinya tidak layak,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, menjelaskan bahwa sekitar 10 persen dari total 111 SDN di Kota Kediri mengalami kerusakan berat. Selain SD Negeri Setono Pande, masih ada beberapa sekolah lain yang kondisinya tidak layak. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan lebih lanjut guna menentukan skala prioritas perbaikan.
“Dari total 111 SDN di Kota Kediri sekitar 10 persen mengalami kerusakan berat. Ini akan segera diperbaiki sesuai dengan arahan Mbak Wali Kota Kediri,” kata Anang.

Selain perbaikan infrastruktur sekolah, Mas Dhito juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap izin pertambangan di Kawasan Gunung Kelud. Ia menyatakan bahwa bila izin tambang pasir tidak ditertibkan, maka akan berdampak buruk terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
“Apabila musim hujan, maka tonase berat pasir bertambah dan saat berjalan meneteskan air. Inilah salah satu penyebab menjadikan jalan makin tidak karuan,” ujar Mas Dhito.
Mas Dhito juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi tersebut. Dalam waktu dekat, rencana perbaikan sekolah rusak akan segera direalisasikan, dengan target selesai sebelum akhir tahun 2025.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan siswa-siswi di Kabupaten Kediri dapat kembali belajar dalam lingkungan yang nyaman dan aman. Mas Dhito juga menekankan bahwa kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam pemerintahan daerah.





