AIR PDAM MATI SEMINGGU! Warga Terpaksa Mandi di Sungai di Kecamatan Kota pada 5 Desember 2025

KediriNews.com – Masalah krisis air bersih kembali mengguncang masyarakat di Kecamatan Kota, Jawa Timur. Pada 5 Desember 2025, warga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci, setelah pasokan air PDAM mati selama seminggu. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan air bersih yang menjadi hak dasar masyarakat.

Menurut laporan dari warga setempat, gangguan pasokan air PDAM dimulai sejak beberapa hari sebelumnya. “Air PDAM mati sejak Senin lalu, hingga hari ini belum ada tanda-tanda akan kembali normal,” ujar Siti Aminah, salah satu warga RT 03, Kelurahan Cemorokandang. Ia menyebutkan bahwa warga harus mencari alternatif air bersih dengan cara menadah air hujan atau pergi ke sungai terdekat.

“Kami memakai air sungai untuk mandi dan mencuci pakaian. Ini sangat tidak nyaman, apalagi cuaca sedang panas. Tapi kami tidak punya pilihan,” tambahnya. Menurut Siti, kondisi ini membuat banyak keluarga kesulitan, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang biasanya mengandalkan air PDAM untuk keperluan masak dan membersihkan rumah.

  1. Penyebab Gangguan Pasokan Air
    Dari hasil investigasi awal, diperkirakan penyebab utama gangguan pasokan air PDAM adalah kerusakan pada pipa distribusi yang terletak di wilayah sentral Kecamatan Kota. Namun, hingga saat ini, pihak PDAM belum memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi teknis yang terjadi.

“Berdasarkan informasi dari petugas, terdapat kerusakan pada saluran pipa utama yang menghubungkan ke pusat pengolahan air. Kami sedang melakukan pemeliharaan, tapi prosesnya memakan waktu,” kata Dedi, staf PDAM Kecamatan Kota, dalam wawancara singkat dengan media lokal.

Meski begitu, masyarakat tetap merasa khawatir karena tidak adanya komunikasi yang jelas dari pihak PDAM. “Kami hanya mendengar kabar dari tetangga. Tidak ada pengumuman resmi, bahkan tidak ada pemberitahuan melalui media sosial,” keluh Amin, warga RT 07.

  1. Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
    Gangguan pasokan air PDAM berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain harus memakai air sungai, sebagian warga juga membeli air dari pedagang keliling dengan harga yang relatif mahal. Hal ini menambah beban ekonomi keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki pendapatan rendah.

Di samping itu, kebersihan lingkungan juga terganggu. “Banyak sampah yang menumpuk karena tidak bisa dibuang dengan air. Kita juga khawatir tentang risiko penyakit yang bisa muncul akibat air yang tidak layak,” ujar Rina, warga lainnya.

  1. Tuntutan Masyarakat
    Masyarakat Kecamatan Kota mulai menuntut agar pihak PDAM segera menyelesaikan masalah ini. Beberapa kelompok warga telah menggelar pertemuan darurat untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah setempat.

“Kami meminta PDAM bertanggung jawab atas ketidaknyamanan ini. Kami juga meminta pemerintah daerah turun tangan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi,” ujar Ketua RW 04, Budi Santoso.

Pihak PDAM juga diharapkan dapat memberikan informasi lebih transparan mengenai proses perbaikan dan estimasi kapan layanan kembali normal. “Kami ingin tahu apa penyebabnya dan bagaimana rencana perbaikannya. Tanpa informasi, masyarakat hanya bisa menunggu tanpa harapan,” tambah Budi.

  1. Solusi Darurat
    Sementara itu, pemerintah setempat sedang mempertimbangkan langkah darurat untuk membantu warga. Salah satunya adalah mendistribusikan air bersih dari sumber lain, seperti sumur bor atau air minum kemasan. Namun, solusi ini hanya bersifat sementara dan tidak bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit. “Kami mengajak warga untuk menggunakan air sungai secara bijak dan tidak membuang sampah di aliran air,” imbau Camat Kecamatan Kota, Hadi Prasetyo.

Warga mandi di sungai akibat air PDAM mati

  1. Harapan Masa Depan
    Meski situasi saat ini masih sulit, masyarakat tetap berharap agar segala sesuatu bisa segera pulih. “Kami berharap PDAM segera memperbaiki infrastruktur dan tidak lagi mengabaikan kebutuhan masyarakat,” ujar Siti Aminah.

Pihak PDAM diharapkan bisa belajar dari kejadian ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan respons terhadap gangguan yang terjadi. “Ini bukan sekali ini saja. Kami harap PDAM bisa lebih proaktif dalam menghadapi masalah seperti ini,” tutup Budi Santoso.

AirPDAM #KrisisAir #WargaKota #KecamatanKota #Desember2025

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *