AIR TERJUN DOLO KERING? Debit Air Menyusut Drastis di Kecamatan Mojo pada 5 September 2025!

KediriNews.com – Masyarakat sekitar dan pengunjung wisata di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini dihebohkan oleh kondisi Air Terjun Dolo yang terlihat mengkhawatirkan. Pada 5 September 2025, debit air yang biasanya deras dan segar mulai menyusut secara drastis, membuat banyak orang khawatir akan keberlanjutan ekosistem dan daya tarik alam wisata tersebut.

Sebagai salah satu destinasi wisata alam yang terkenal dengan keindahan alamnya, Air Terjun Dolo berada di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Lokasi ini memiliki ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi hutan pinus yang masih asri. “Biasanya air terjun ini selalu mengalir deras, bahkan saat musim kemarau. Tapi sekarang, airnya jauh lebih sedikit,” ujar Suryadi, warga setempat yang sering berkunjung ke lokasi tersebut.

Menurut laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, penyebab utama penurunan debit air terjun ini adalah perubahan iklim dan curah hujan yang tidak stabil. “Kami sudah memantau kondisi lingkungan sejak beberapa bulan lalu, dan memang ada indikasi bahwa sumber air di area Gunung Wilis mulai mengalami penurunan,” kata Andi, Kepala Seksi Pengelolaan Lingkungan.

Debit Air Terjun Dolo Menyusut di Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri

Selain itu, aktivitas manusia juga disinyalir menjadi faktor pemicu. Penambangan batu di sekitar kawasan dan pembangunan infrastruktur yang tidak terkendali dapat mengganggu ketersediaan air tanah. “Beberapa tahun terakhir, kami melihat adanya penambangan ilegal di daerah lereng gunung. Ini bisa mengganggu sistem alami penyerapan air,” tambah Andi.

Sementara itu, para pengunjung yang biasanya datang untuk menikmati sensasi alam dan berfoto di sekitar air terjun kini merasa kecewa. “Saya datang ke sini setiap minggu untuk refreshing, tapi sekarang airnya jauh lebih sedikit. Bahkan, kolam di bawah air terjun terlihat kering,” ujar Rina, pengunjung dari Kota Kediri.

Kolam Bawah Air Terjun Dolo Kering di Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri

Pihak pengelola wisata lokal juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan. “Kita harus bersama-sama menjaga kelestarian alam, karena Air Terjun Dolo bukan hanya tempat wisata, tapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar,” pesan Ardi, pengelola wisata setempat.

Dalam waktu dekat, pemerintah daerah dan organisasi lingkungan akan mengadakan rapat koordinasi untuk mencari solusi jangka panjang. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah pembuatan sumur resapan dan penghijauan kembali area sekitar air terjun.

Penyebab Penyusutan Debit Air Terjun Dolo

  1. Perubahan iklim dan curah hujan yang tidak stabil
  2. Aktivitas penambangan batu di sekitar kawasan
  3. Pembangunan infrastruktur yang tidak terkendali
  4. Penggunaan air tanah yang berlebihan

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah Daerah

  1. Pemantauan rutin kondisi lingkungan dan sumber air
  2. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan
  3. Pelarangan penambangan ilegal di sekitar kawasan
  4. Pembuatan sumur resapan dan penghijauan kembali area sekitar air terjun

Harapan Masyarakat

Masyarakat sekitar berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk menjaga keberlanjutan Air Terjun Dolo. “Kita tidak ingin kehilangan salah satu keindahan alam yang kita banggakan,” ujar warga setempat.

Air Terjun Dolo masih menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati, meski kondisinya kini memprihatinkan. Namun, dengan kesadaran dan upaya bersama, semoga keindahan alam ini dapat tetap terjaga untuk generasi mendatang.

AirTerjunDolo #KecamatanMojo #Kediri #DebitAirMenyusut #WisataAlam #LingkunganHidup #PerubahanIklim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *